Israel bangun 2 pemukiman ilegal di Tepi Barat
Rabu, 31 Oktober 2012 - 20:47 WIB
Israel bangun 2 pemukiman ilegal di Tepi Barat
A
A
A
Sindonews.com – Warga Israel telah membangun dua pemukiman baru di Tepi Barat. Ini adalah persitiwa pertama dalam tujuh tahun terakhir. PBB telah menyatakan, semua pemukiman Israel yang berada di Tepi Barat adalah ilegal.
Hagit Ofran, aktifis dari LSM Peace Now, mengatakan, 8 rumah baru itu didirikan di dekat pemukiman Tzofim dan lima di luar permukiman Talmon. Pemukiman baru ini dibangun di atas “tanah negara”.
“Pemukiman baru itu dibangun tanpa fasilitas listrik dan air. Mereka berpikir, membangun pemukiman di atas tanah negara tak akan tersentuh,” kata Ofran seperti dikutip dari jpost.com, Rabu (31/10/2012).
Ofran mengatakan, dia tidak bisa membuktikan bahwa pembangunan dua pemukiman baru mendapat dukungan dari Dewan Pemukim Lokal dan Regional atau tidak. Pada 2005, sekitar 100 rumah di Tepi Barat dibangun atas dukungan Dewan Pemukim Lokal dan Regional.
Ofran menyalahkan kebijakan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu pada Maret 2011, yang menyatakan sedang mencari cara untuk melegalkan pembangunan di atas tanah negara, meski PBB menyatakan hal itu ilegal.
Kebijakan ini membuat pembangunan rumah baru di Tepi Barat mulai kembali marak. Selama ini, para aktivis sayap kanan terus berusaha membangun pemukiman-pemukiman baru di wilayah Tepi Barat.
Seorang juru bicara Koordinator Kegiatan Pemerintah Israel di Wilayah itu menegaskan, bahwa dua pemukiman itu adalah ilegal. “Perintah pembongkaran telah dikeluarkan sejak dua atau tiga pekan yang lalu,” ujarnya.
Dani Dayan, Kepala Dewan Masyarakat Yahudi Yudea, Samaria, dan Jalur Gaza menyebut laporan yang dikeluarkan Pece Now itu “sangat keterlaluan”. Dayan menolak tudingan Peace Now, bahwa Dewan Pemukim Lokal dan Regional terlibat dalam pembangunan pemukiman baru ini.
Hagit Ofran, aktifis dari LSM Peace Now, mengatakan, 8 rumah baru itu didirikan di dekat pemukiman Tzofim dan lima di luar permukiman Talmon. Pemukiman baru ini dibangun di atas “tanah negara”.
“Pemukiman baru itu dibangun tanpa fasilitas listrik dan air. Mereka berpikir, membangun pemukiman di atas tanah negara tak akan tersentuh,” kata Ofran seperti dikutip dari jpost.com, Rabu (31/10/2012).
Ofran mengatakan, dia tidak bisa membuktikan bahwa pembangunan dua pemukiman baru mendapat dukungan dari Dewan Pemukim Lokal dan Regional atau tidak. Pada 2005, sekitar 100 rumah di Tepi Barat dibangun atas dukungan Dewan Pemukim Lokal dan Regional.
Ofran menyalahkan kebijakan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu pada Maret 2011, yang menyatakan sedang mencari cara untuk melegalkan pembangunan di atas tanah negara, meski PBB menyatakan hal itu ilegal.
Kebijakan ini membuat pembangunan rumah baru di Tepi Barat mulai kembali marak. Selama ini, para aktivis sayap kanan terus berusaha membangun pemukiman-pemukiman baru di wilayah Tepi Barat.
Seorang juru bicara Koordinator Kegiatan Pemerintah Israel di Wilayah itu menegaskan, bahwa dua pemukiman itu adalah ilegal. “Perintah pembongkaran telah dikeluarkan sejak dua atau tiga pekan yang lalu,” ujarnya.
Dani Dayan, Kepala Dewan Masyarakat Yahudi Yudea, Samaria, dan Jalur Gaza menyebut laporan yang dikeluarkan Pece Now itu “sangat keterlaluan”. Dayan menolak tudingan Peace Now, bahwa Dewan Pemukim Lokal dan Regional terlibat dalam pembangunan pemukiman baru ini.
(esn)