Pria berseragam polisi Afghanistan tembak 2 tentara Inggris
Selasa, 30 Oktober 2012 - 23:31 WIB
Pria berseragam polisi Afghanistan tembak 2 tentara Inggris
A
A
A
Sindonews.com – Seorang pria yang mengenakan seragam polisi Afghanistan menembak mati dua tentara Inggris di Distrik Nahri Sarraj, Provinsi Helmand, Selasa (30/10/2012). Dua korban itu berasal dari Batalion 1 Royal Gurkha Rifles.
“Saya sedih melaporkan kematian dua prajurit dari Batalyon 1 Royal Gurkha Rifles yang ditembak dan dibunuh oleh seorang pria yang mengenakan seragam polisi Afghanistan di sebuah pos pemeriksaan di Distrik Nahri Sarraj, Provinsi Helmand,” ujar Juru Bicara Satuan Tugas di Provinsi Helmand, Major Laurence Roche.
“Gugurnya para prajurit ini merupakan pukulan besar bagi Royal Gurkha Rifles dan semua orang yang bertugas di Satuan Tugas Helmand. Pikiran kami bersama dengan keluarga mereka, teman, dan rekan Gurkha saat ini," lanjut Roche seperti dikutip dari dailymail.co.uk
Belum ada penjelasan rinci dari para pejabat Afghanistan terkait insiden ini. Mereka hanya mengakui telah terjadi aksi penembakan pada pasukan NATO. “Kami tahu ada korban tewas akibat insiden ini,” kata Ismail Hotak, Direktur Kantor Provinsi yang kerap berkordinasi dengan pasukan NATO.
Serangan ini adalah aksi terbaru dari serangkaian serangan yang terjadi di tubuh pasukan gabungan NATO dan pasukan Afghanistan. Sepanjang tahun ini, setidaknya sudah 56 tentara NATO tewas akibat serangan dari dalam. Para pelaku kerap mengenakan seragam militer atau polisi Afghanistan.
Gelombang serangan ini menimbulkan keraguan pada kemampuan pasukan Afghanistan untuk mengambil alih keamanan dari pasukan internasional menjelang serah terima pada 2014 mendatang.
“Saya sedih melaporkan kematian dua prajurit dari Batalyon 1 Royal Gurkha Rifles yang ditembak dan dibunuh oleh seorang pria yang mengenakan seragam polisi Afghanistan di sebuah pos pemeriksaan di Distrik Nahri Sarraj, Provinsi Helmand,” ujar Juru Bicara Satuan Tugas di Provinsi Helmand, Major Laurence Roche.
“Gugurnya para prajurit ini merupakan pukulan besar bagi Royal Gurkha Rifles dan semua orang yang bertugas di Satuan Tugas Helmand. Pikiran kami bersama dengan keluarga mereka, teman, dan rekan Gurkha saat ini," lanjut Roche seperti dikutip dari dailymail.co.uk
Belum ada penjelasan rinci dari para pejabat Afghanistan terkait insiden ini. Mereka hanya mengakui telah terjadi aksi penembakan pada pasukan NATO. “Kami tahu ada korban tewas akibat insiden ini,” kata Ismail Hotak, Direktur Kantor Provinsi yang kerap berkordinasi dengan pasukan NATO.
Serangan ini adalah aksi terbaru dari serangkaian serangan yang terjadi di tubuh pasukan gabungan NATO dan pasukan Afghanistan. Sepanjang tahun ini, setidaknya sudah 56 tentara NATO tewas akibat serangan dari dalam. Para pelaku kerap mengenakan seragam militer atau polisi Afghanistan.
Gelombang serangan ini menimbulkan keraguan pada kemampuan pasukan Afghanistan untuk mengambil alih keamanan dari pasukan internasional menjelang serah terima pada 2014 mendatang.
(esn)