Tulis anti Islam di facebook, 15 tentara Australia tak dihukum
Senin, 29 Oktober 2012 - 19:10 WIB
Tulis anti Islam di facebook, 15 tentara Australia tak dihukum
A
A
A
Sindonews.com – Meski sudah mengungkapkan rasa tidak suka dan menyatakan ingin menembak kaum muslim yang melakukan aksi unjuk rasa di Sydney bulan lalu, namun 15 tentara Australia terhindar dari hukuman. Para tentara ini menyatakan “ancaman” mereka melalui situs jejaring sosial, facebook.
Seperti dikutip dari news.com.au, Senin (29/10/2012), tulisan di facebook ini muncul satu hari setelah aksi protes kaum muslim Australia di depan gedung konsulat Amerika Serikat di Sydney. Aksi ini bertujuan memprotes film anti Islam, "Innocence of Muslims" yang dianggap melecehkan Nabi Muhammad SAW.
Tercatat ada 15 tentara Australia yang berbasis di Townsville dan pernah bertugas di Afghanistan yang mengirim komentar bernada kebencian terhadap Islam di akun facebook khusus anggota militer itu.
Panglima Militer Australia, Jenderal David Morrison mengaku akan mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku yang berasal dari Brigade Townsville ini. '' Jika ditemukan bahwa ada seorang prajurit atau tentara yang terlibat, maka saya akan mengambil tindakan yang saya bisa berdasar hukum negara dan ketentuan di Departemen Pertahanan,” ujar Morrison, Senin (29/10/2012).
Walau sang Jenderal mengaku akan menindak tegas, tapi nyatanya para tentara itu hanya mendapat teguran. Bahkan, hanya 2 tentara yang mendapat teguran formal. Sementara 13 tentara lainnya hanya “dinasihati”. Sedangkan satu tentara lainnya, belum mendapat tindakan apapun.
Menurut Morrison, tindakan para tentara ini tak bisa diterima. “Menargetkan seseorang berdasarkan jenis kelamin, agama, etnis, atau orientasi seksual adalah hal menjijikan dan bertentangan dengan nilai-nilai Pertahanan maupun yang dianut oleh masyarakat luas,'' jelas Morrison.
Seperti dikutip dari news.com.au, Senin (29/10/2012), tulisan di facebook ini muncul satu hari setelah aksi protes kaum muslim Australia di depan gedung konsulat Amerika Serikat di Sydney. Aksi ini bertujuan memprotes film anti Islam, "Innocence of Muslims" yang dianggap melecehkan Nabi Muhammad SAW.
Tercatat ada 15 tentara Australia yang berbasis di Townsville dan pernah bertugas di Afghanistan yang mengirim komentar bernada kebencian terhadap Islam di akun facebook khusus anggota militer itu.
Panglima Militer Australia, Jenderal David Morrison mengaku akan mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku yang berasal dari Brigade Townsville ini. '' Jika ditemukan bahwa ada seorang prajurit atau tentara yang terlibat, maka saya akan mengambil tindakan yang saya bisa berdasar hukum negara dan ketentuan di Departemen Pertahanan,” ujar Morrison, Senin (29/10/2012).
Walau sang Jenderal mengaku akan menindak tegas, tapi nyatanya para tentara itu hanya mendapat teguran. Bahkan, hanya 2 tentara yang mendapat teguran formal. Sementara 13 tentara lainnya hanya “dinasihati”. Sedangkan satu tentara lainnya, belum mendapat tindakan apapun.
Menurut Morrison, tindakan para tentara ini tak bisa diterima. “Menargetkan seseorang berdasarkan jenis kelamin, agama, etnis, atau orientasi seksual adalah hal menjijikan dan bertentangan dengan nilai-nilai Pertahanan maupun yang dianut oleh masyarakat luas,'' jelas Morrison.
(esn)