Tiga pensiunan Perwira militer Taiwan ditangkap
Senin, 29 Oktober 2012 - 18:21 WIB
Tiga pensiunan Perwira militer Taiwan ditangkap
A
A
A
Sindonews.com – Kementerian Pertahanan Taiwan mengaku telah menangkap tiga mantan Perwira militer yang dicurigai telah membocorkan rahasia militer negara itu ke China. Kasus ini adalah kasus spionase terburuk yang pernah terjadi di Taiwan.
Seperti dikutip dari news.com.au, Senin (29/10/201), salah satu mantan Perwira yang ditangkap adalah Chang Chih-hsin. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Politik Perang di kantor meteorologi dan oseanografi Angkatan Laut (METOC).
"Chih-hsin memulai kontak dengan para pejabat China daratan saat masih bertugas di angkatan laut. Ia diduga menghasut mantan koleganya dan mencari keuntungan ilegal. Saat ini, ia telah ditangkap," sebut pernyataan Kementerian Pertahanan Taiwan.
“Selain Chih-hsin, dua mantan Perwira militer lainnya juga sudah ditangkap terkait kasus ini,” jelas David Lo, Juru Bicara Kementerian pertahanan Taiwan. Lo tidak menjelaskan jenis informasi militer apa yang dijual Chih-hsin ke pihak China.
Tapi, Lo memastikan kalau dampak akibat bocornya rahasia ini tak terlalu berbahaya bagi keamanan Taiwan. "Chih-hsin hanya memiliki akses terbatas ke informasi sensitif dari METOC Angkatan Laut," ungkap Lo.
Seorang pensiunan Jenderal Angkatan Laut Taiwan mengutarakan, meski Kementerian Pertahanan hanya mengkalim adanya kebocoran kecil, namun informasi itu tetap bersifat sangat rahasia. Informasi METOC itu mencakup pemetaan dan mencatat publikasi dari meteorologi dan oseanografi lingkungan pertempuran.
Menurut media Taiwan, informasi itu digunakan oleh kapal selam dan kapal perang lainnya. "Jika China memiliki informasi rahasia itu, mereka bisa menyadari sistem pengoperasian kapal selam Taiwan," ungkap pensiunan Jenderal Angkatan Laut itu.
Seperti dikutip dari news.com.au, Senin (29/10/201), salah satu mantan Perwira yang ditangkap adalah Chang Chih-hsin. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Politik Perang di kantor meteorologi dan oseanografi Angkatan Laut (METOC).
"Chih-hsin memulai kontak dengan para pejabat China daratan saat masih bertugas di angkatan laut. Ia diduga menghasut mantan koleganya dan mencari keuntungan ilegal. Saat ini, ia telah ditangkap," sebut pernyataan Kementerian Pertahanan Taiwan.
“Selain Chih-hsin, dua mantan Perwira militer lainnya juga sudah ditangkap terkait kasus ini,” jelas David Lo, Juru Bicara Kementerian pertahanan Taiwan. Lo tidak menjelaskan jenis informasi militer apa yang dijual Chih-hsin ke pihak China.
Tapi, Lo memastikan kalau dampak akibat bocornya rahasia ini tak terlalu berbahaya bagi keamanan Taiwan. "Chih-hsin hanya memiliki akses terbatas ke informasi sensitif dari METOC Angkatan Laut," ungkap Lo.
Seorang pensiunan Jenderal Angkatan Laut Taiwan mengutarakan, meski Kementerian Pertahanan hanya mengkalim adanya kebocoran kecil, namun informasi itu tetap bersifat sangat rahasia. Informasi METOC itu mencakup pemetaan dan mencatat publikasi dari meteorologi dan oseanografi lingkungan pertempuran.
Menurut media Taiwan, informasi itu digunakan oleh kapal selam dan kapal perang lainnya. "Jika China memiliki informasi rahasia itu, mereka bisa menyadari sistem pengoperasian kapal selam Taiwan," ungkap pensiunan Jenderal Angkatan Laut itu.
(esn)