Aktivis Korsel kirim selebaran ke Korut
Senin, 29 Oktober 2012 - 15:32 WIB
Aktivis Korsel kirim selebaran ke Korut
A
A
A
Sindonews.com – Aktivis Korea Selatan (Korsel) mengirim 50 ribu selebaran yang dibawa oleh 7 buah balon udara melintasi perbatasan menuju Korea Utara (Korut), Senin (29/10/2012). Balon-balon udara ini dilepaskan para aktivis dari sebuah taman di kota perbatasan Paju, sebelah Utara Seoul.
Seperti dikutip dari BBc.co.uk, sekitar 100 polisi Korsel menjaga ketat aksi ini. Sempat terjadi bentrokan kecil antara para aktivis dengan penduduk setempat yang berusaha untuk memblokir peluncuran balon karena takut pembalasan dari Korut.
“Warga Paju tak bisa hidup dengan tenang. Mereka (para aktivis) terlalu sering datang ke sini. Terakhir kali Korut memperingatkan akan langsung menyerang, jadi kami datang untuk memprotes karena kami tidak bisa mentolerir hal ini lagi,” tegas Kim Bok-nam, seorang pemilik toko di Paju.
Satu pekan sebelumnya, militer Korut memang mengeluarkan ancaman akan memborbardir daerah peluncuran balon. Militer Korut bahkan sudah mengeluarkan himbauan agar warga Korsel yang tinggal di sekitar daerah peluncuran balon untuk mengungsi, agar tak terkena dampak serangan.
Ancaman militer Korut ini pula yang membuat polisi Korsel mencegah para aktivis melepaskan balon ke daerah Korut, satu pekan lalu. Namun hari ini, aksi pelepasan balon kembali dilakukan para aktivis.
"Kami tidak takut dengan ancaman-ancaman dan akan terus mengirimkan selebaran. Itu hanya ancaman kosong," kata Choi Woo-Won, seorang Profesor dari Universitas Nasional Pusan dan salah satu aktivis yang terlibat dalam pelepasan balon hari ini.
Selebaran yang dibawa oleh balon itu berisi ajakan agar warga Korut untuk bangkit melawan pemimpin baru mereka, Kim Jong-un. Selebaran ini juga memuat foto-foto diktator dari negara lain yang berhasil digulingkan rakyatnya, seperti Nicolae Ceausescu (Rumania), Saddam Hussein (Irak), dan Moamar Kadhafi (Libya).
Belum ada tanggapan dari pihak Korut atas pelepasan balon yang membawa selebaran ke wilayah mereka.
Seperti dikutip dari BBc.co.uk, sekitar 100 polisi Korsel menjaga ketat aksi ini. Sempat terjadi bentrokan kecil antara para aktivis dengan penduduk setempat yang berusaha untuk memblokir peluncuran balon karena takut pembalasan dari Korut.
“Warga Paju tak bisa hidup dengan tenang. Mereka (para aktivis) terlalu sering datang ke sini. Terakhir kali Korut memperingatkan akan langsung menyerang, jadi kami datang untuk memprotes karena kami tidak bisa mentolerir hal ini lagi,” tegas Kim Bok-nam, seorang pemilik toko di Paju.
Satu pekan sebelumnya, militer Korut memang mengeluarkan ancaman akan memborbardir daerah peluncuran balon. Militer Korut bahkan sudah mengeluarkan himbauan agar warga Korsel yang tinggal di sekitar daerah peluncuran balon untuk mengungsi, agar tak terkena dampak serangan.
Ancaman militer Korut ini pula yang membuat polisi Korsel mencegah para aktivis melepaskan balon ke daerah Korut, satu pekan lalu. Namun hari ini, aksi pelepasan balon kembali dilakukan para aktivis.
"Kami tidak takut dengan ancaman-ancaman dan akan terus mengirimkan selebaran. Itu hanya ancaman kosong," kata Choi Woo-Won, seorang Profesor dari Universitas Nasional Pusan dan salah satu aktivis yang terlibat dalam pelepasan balon hari ini.
Selebaran yang dibawa oleh balon itu berisi ajakan agar warga Korut untuk bangkit melawan pemimpin baru mereka, Kim Jong-un. Selebaran ini juga memuat foto-foto diktator dari negara lain yang berhasil digulingkan rakyatnya, seperti Nicolae Ceausescu (Rumania), Saddam Hussein (Irak), dan Moamar Kadhafi (Libya).
Belum ada tanggapan dari pihak Korut atas pelepasan balon yang membawa selebaran ke wilayah mereka.
(esn)