Iran tolak prasyarat, Parlemen Eropa batal berkunjung
Senin, 29 Oktober 2012 - 07:28 WIB
Iran tolak prasyarat, Parlemen Eropa batal berkunjung
A
A
A
Sindonews.com – Delegasi Parelemen Eropa batal mengunjungi Iran. Pembatalan ini terjadi karena Iran menolak prasyarat yang diajukan. Dalam agenda kunjungan ke Iran, 15 anggota Parlemen Eropa menyatakan ingin menemui dua tahanan politik, Nasrin Sotoudeh dan Jafar Panahi. Semula, kunjungan ini dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober hingga 2 November.
"Delegasi Parlemen Eropa mengajukan prasyarat untuk kunjungan ke Iran dan Iran tidak menerima persyaratan apapun," kata Hossein Sheikholeslam, Penasihat Ketua Parlemen untuk urusan internasional pada kantor berita Mehr, Minggu (28/10/2012)
Parlemen Eropa ingin menemui dua tahanan politik itu dengan maksud memberi penghargaan
Sakharov. Penghargaan dari Uni Eropa ini diberikan pada individu yang menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kebebasan berpikir. Tahun ini, Sotoudeh dan Panahi diberi penghargaan itu.
"Delegasi Parlemen Eropa ingin menemui dua tahanan politik itu dan memberi mereka penghargaan. Tentunya Iran tidak setuju dengan kondisi seperti ini," lanjut Sheikholeslam.
Alaeddin Boroujerdi, Pemimpin Keamanan Nasional Parlemen dan Komite Kebijakan Luar Negeri Iran menyalahkan tekanan zionis Israel atas pembatalan ini. "Beberapa pihak yang berpartisipasi dalam delegasi Parlemen Eropa menyerah kepada tekanan Zionis dan akhirnya, delegasi membatalkan kunjungan," kata Boroujerdi.
Menurut Boroujerdi, semula tak ada prasyarat apapun untuk kunjungan ini. “Iran dan Eropa telah menyepakati kunjungan tanpa prasyarat. Nampaknya, permintaan untuk mengunjungi tahanan politik adalah "alasan" untuk menyembunyikan bahwa Parlemen Eropa menerima perintah dari Zionis,” lanjutnya.
"Delegasi Parlemen Eropa mengajukan prasyarat untuk kunjungan ke Iran dan Iran tidak menerima persyaratan apapun," kata Hossein Sheikholeslam, Penasihat Ketua Parlemen untuk urusan internasional pada kantor berita Mehr, Minggu (28/10/2012)
Parlemen Eropa ingin menemui dua tahanan politik itu dengan maksud memberi penghargaan
Sakharov. Penghargaan dari Uni Eropa ini diberikan pada individu yang menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kebebasan berpikir. Tahun ini, Sotoudeh dan Panahi diberi penghargaan itu.
"Delegasi Parlemen Eropa ingin menemui dua tahanan politik itu dan memberi mereka penghargaan. Tentunya Iran tidak setuju dengan kondisi seperti ini," lanjut Sheikholeslam.
Alaeddin Boroujerdi, Pemimpin Keamanan Nasional Parlemen dan Komite Kebijakan Luar Negeri Iran menyalahkan tekanan zionis Israel atas pembatalan ini. "Beberapa pihak yang berpartisipasi dalam delegasi Parlemen Eropa menyerah kepada tekanan Zionis dan akhirnya, delegasi membatalkan kunjungan," kata Boroujerdi.
Menurut Boroujerdi, semula tak ada prasyarat apapun untuk kunjungan ini. “Iran dan Eropa telah menyepakati kunjungan tanpa prasyarat. Nampaknya, permintaan untuk mengunjungi tahanan politik adalah "alasan" untuk menyembunyikan bahwa Parlemen Eropa menerima perintah dari Zionis,” lanjutnya.
(esn)