PM Australia ingin tingkatkan hubungan dengan Asia
Senin, 29 Oktober 2012 - 07:00 WIB
PM Australia ingin tingkatkan hubungan dengan Asia
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Australia, Julia Gillard telah menetapkan rancangan kebijakan luar negeri yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara di Asia. Menurut Gillard, pemerintah telah menetapkan 25 tujuan nasional yang harus dipenuhi pada tahun 2025.
Gillard ingin Australia tak lagi terpaku pada negara-negara Eropa, tapi lebih mengarah pada negara-negara di Asia, khusunya China dan India. Rencana ini dirinci Gillard dalam buku program setebal 312 halaman, yang bertajuk “Australia di Abad Asia”.
“Asia berada di jalur untuk menjadi tuan rumah bagi sebagian besar warga kelas menengah dunia dalam 20 tahun ke depan. Ini adalah momen untuk memahami sejarah,” kata Gillard di Sydney Lowy Institute, Minggu (28/10/2012) seperti dikutip dari BBC.co.uk.
Menurutnya, skala dan laju kenaikan di Asia ini mengejutkan. “Ada peluang yang signifikan dan tantangan bagi semua warga Australia. Tidak cukup bergantung pada keberuntungan. Masa depan kita akan ditentukan oleh pilihan yang kita buat dan bagaimana kita terlibat di wilayah di mana kita tinggal,” lanjut Gillard.
Berdasar program “Australia di Abad Asia”, beberapa langkah yang diambil di antaranya meningkatkan pendapatan rata-rata nasional Australia, dari AUSD 62 ribu pertahun, menjadi AUSD 73 ribu pada tahun 2005.
Selain itu, Australia juga akan menjadikan studi Asia sebagai bagian inti dari kurikulum sekolah di Australia. Pemerintah Australia juga akan memberikan kesempatan belajar bahasa mandarin, India, Indonesia, atau Jepang bagi para siswa.
Gillard ingin Australia tak lagi terpaku pada negara-negara Eropa, tapi lebih mengarah pada negara-negara di Asia, khusunya China dan India. Rencana ini dirinci Gillard dalam buku program setebal 312 halaman, yang bertajuk “Australia di Abad Asia”.
“Asia berada di jalur untuk menjadi tuan rumah bagi sebagian besar warga kelas menengah dunia dalam 20 tahun ke depan. Ini adalah momen untuk memahami sejarah,” kata Gillard di Sydney Lowy Institute, Minggu (28/10/2012) seperti dikutip dari BBC.co.uk.
Menurutnya, skala dan laju kenaikan di Asia ini mengejutkan. “Ada peluang yang signifikan dan tantangan bagi semua warga Australia. Tidak cukup bergantung pada keberuntungan. Masa depan kita akan ditentukan oleh pilihan yang kita buat dan bagaimana kita terlibat di wilayah di mana kita tinggal,” lanjut Gillard.
Berdasar program “Australia di Abad Asia”, beberapa langkah yang diambil di antaranya meningkatkan pendapatan rata-rata nasional Australia, dari AUSD 62 ribu pertahun, menjadi AUSD 73 ribu pada tahun 2005.
Selain itu, Australia juga akan menjadikan studi Asia sebagai bagian inti dari kurikulum sekolah di Australia. Pemerintah Australia juga akan memberikan kesempatan belajar bahasa mandarin, India, Indonesia, atau Jepang bagi para siswa.
(esn)