China blokir situs New York Times
Sabtu, 27 Oktober 2012 - 11:17 WIB
China blokir situs New York Times
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah China kemarin mengeluarkan kecaman terhadap harian New York Times setelah koran tertua ke-13 di Amerika Serikat (AS) itu mengeluarkan laporan mengenai kekayaan kerabat Perdana Menteri China Wen Jiabao yang mencapai USD2,7 miliar (Rp25,9 triliun).
China yang menganggap laporan itu menodai citra pemerintahan langsung memblokir situs The Times, baik dalam bahasa China maupun bahasa Inggris, serta rujukan mengenai laporan itu di situs-situs microblogging. Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyebut laporan itu memiliki motif tersembunyi.
“Beberapa laporan itu menodai China dan memiliki motif tersembunyi,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hong Lei,seperti dikutip BBC. The Times melaporkan, keluarga Wen mendadak kaya setelah dia menjabat sebagai perdana menteri.
”Sebuah kajian perusahaan dan catatan regulasi mengindikasikan bahwa kerabat perdana menteri sebagian memiliki kecakapan dalam membuat kesepakatan agresif, termasuk istrinya,mengontrol aset senilai setidaknya USD2,7 miliar,” tulis The Times,seperti dilansir Reuters.
The Times melaporkan bahwa ibu Wen,saudara,dan anakanaknya memiliki kekayaan berlimpah sejak Wen diangkat sebagai wakil perdana menteri pada 1998.Wen dipromosikan sebagai perdana menteri pada 2003.
Menurut The Times, kemitraan yang dikontrol kerabat Wen dan teman serta kolega mereka menguasai USD2,2 miliar dalam bentuk saham di Ping An Insurance (Group) Co of China Ltd pada 2007. Tahun lalu saham-saham itu diungkapkan dalam dokumen publik. Ibu Wen yang berusia 90 tahun memiliki sebuah investasi di Ping An yang bernilai sekitar USD120 juta lima tahun lalu.
The Times mengungkapkan, perusahaan keluarga Wen juga menjadi pelaksana proyek pembangunan vila di Beijing, sebuah pabrik ban di utara China, sebuah perusahaan yang terlibat dalam pembangunan beberapa venue untuk OIimpiade Beijing 2008 termasuk stadion utama Sarang Burung serta Ping An Insurance, dan salah satu perusahaan layanan keuangan terbesar di dunia.
Spekulasi kekayaan yang disembunyikan ini telah lama beredar, yang dipicu dokumen kedutaan besar AS pada 2007 yang dipublikasikan Wiki- Leaks yang menduga adanya campur tangan pengaruh anggota keluarga Wen. The Times menyebutkan, nama dan anggota keluarga Wen disembunyikan di balik lapisan kendaraan kemitraan dan investasi yang melibatkan teman,kolega,dan mitra bisnis.
China yang menganggap laporan itu menodai citra pemerintahan langsung memblokir situs The Times, baik dalam bahasa China maupun bahasa Inggris, serta rujukan mengenai laporan itu di situs-situs microblogging. Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyebut laporan itu memiliki motif tersembunyi.
“Beberapa laporan itu menodai China dan memiliki motif tersembunyi,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hong Lei,seperti dikutip BBC. The Times melaporkan, keluarga Wen mendadak kaya setelah dia menjabat sebagai perdana menteri.
”Sebuah kajian perusahaan dan catatan regulasi mengindikasikan bahwa kerabat perdana menteri sebagian memiliki kecakapan dalam membuat kesepakatan agresif, termasuk istrinya,mengontrol aset senilai setidaknya USD2,7 miliar,” tulis The Times,seperti dilansir Reuters.
The Times melaporkan bahwa ibu Wen,saudara,dan anakanaknya memiliki kekayaan berlimpah sejak Wen diangkat sebagai wakil perdana menteri pada 1998.Wen dipromosikan sebagai perdana menteri pada 2003.
Menurut The Times, kemitraan yang dikontrol kerabat Wen dan teman serta kolega mereka menguasai USD2,2 miliar dalam bentuk saham di Ping An Insurance (Group) Co of China Ltd pada 2007. Tahun lalu saham-saham itu diungkapkan dalam dokumen publik. Ibu Wen yang berusia 90 tahun memiliki sebuah investasi di Ping An yang bernilai sekitar USD120 juta lima tahun lalu.
The Times mengungkapkan, perusahaan keluarga Wen juga menjadi pelaksana proyek pembangunan vila di Beijing, sebuah pabrik ban di utara China, sebuah perusahaan yang terlibat dalam pembangunan beberapa venue untuk OIimpiade Beijing 2008 termasuk stadion utama Sarang Burung serta Ping An Insurance, dan salah satu perusahaan layanan keuangan terbesar di dunia.
Spekulasi kekayaan yang disembunyikan ini telah lama beredar, yang dipicu dokumen kedutaan besar AS pada 2007 yang dipublikasikan Wiki- Leaks yang menduga adanya campur tangan pengaruh anggota keluarga Wen. The Times menyebutkan, nama dan anggota keluarga Wen disembunyikan di balik lapisan kendaraan kemitraan dan investasi yang melibatkan teman,kolega,dan mitra bisnis.
(esn)