Assange akan terus bersembunyi sampai AS hentikan penyelidikan
Jum'at, 26 Oktober 2012 - 22:07 WIB
Assange akan terus bersembunyi sampai AS hentikan penyelidikan
A
A
A
Sindonews.com - Pendiri Wikileaks, Julian Assange, menuntut Pemerintah Amerika Serikat (AS) menghentikan penyelidikan pada situs yang telah membocorkan ribuan dokumen rahasia pemerintah AS itu.
Seperti dikutip dari thestar, Jumat (26/10/2012), Assange menyebut penyelidikan yang dilakukan AS itu sebagai tindakan tidak bermoral. "Saya pikir kita perlu melihat pemerintah AS menghentikan penyelidikan. Ini adalah sebuah penyelidikan yang tidak bermoral,” kata Assange.
Menurutnya, Pemerintah AS bukan hanya telah melakukan pelanggaran terhadap amandemen pertama, tapi juga lebih dari itu. “Ini pelanggaran semua prinsip yang dicetuskan oleh Pemerintah AS sendiri. Ini adalah pelanggaran dari semua prinsip yang dicanangkan para pendiri AS. Prinsip yang dipercaya oleh sebagian besar rakyat AS,” beber Assange.
Jika AS menghentikan penyelidikan, Assange akan keluar dari Kedutaan Besar (Kedubes) Ekuador di London, tempat persembunyiannya selama 4 bulan terakhir. Assange sadar, ia tak bisa selamanya hidup di gedung Kedubes Ekuador di London itu.
Assange menyamakan kehidupan di gedung Kedubes Ekuador tak ubahnya tinggal di stasiun luar angkasa. "Tidak ada cahaya alami. Saya harus membuat semua barang-barang sendiri, sebab saya tidak bisa pergi ke toko-toko. Tapi, saya sudah pernah berada di sel isolasi dan tinggal di gedung Kedubes jauh lebih baik dibanding meringkuk di tahanan,” lanjutnya.
Assange mencari suaka di Kedubes Ekuador, untuk menghindari ekstradisi ke Swedia. Di Swedia, ia menghadapi tuduhan perkosaan dan kekerasan seksual. Pengacara dan Pemerintah Ekuador takut, jika Assange diekstradisi ke Swedia, selanjutnya Assange akan diekstradisi ke AS. Pemerintah AS sendiri sudah siap mendakwa Assange dengan tuduhan pembocoran ribuan kabel diplomatik AS.
Ekuador ingin Pemerintah Inggris memberikan jaminan tertulis, bahwa Assange tidak akan diekstradisi dari Swedia ke negara ketiga. Assange khawatir, ia bisa menghadapi perlakuan tidak manusiawi di Amerika Serikat. "Ada upaya untuk mengekstradisi saya tanpa dakwaan dan tanpa bukti,” ucap Assange.
Seperti dikutip dari thestar, Jumat (26/10/2012), Assange menyebut penyelidikan yang dilakukan AS itu sebagai tindakan tidak bermoral. "Saya pikir kita perlu melihat pemerintah AS menghentikan penyelidikan. Ini adalah sebuah penyelidikan yang tidak bermoral,” kata Assange.
Menurutnya, Pemerintah AS bukan hanya telah melakukan pelanggaran terhadap amandemen pertama, tapi juga lebih dari itu. “Ini pelanggaran semua prinsip yang dicetuskan oleh Pemerintah AS sendiri. Ini adalah pelanggaran dari semua prinsip yang dicanangkan para pendiri AS. Prinsip yang dipercaya oleh sebagian besar rakyat AS,” beber Assange.
Jika AS menghentikan penyelidikan, Assange akan keluar dari Kedutaan Besar (Kedubes) Ekuador di London, tempat persembunyiannya selama 4 bulan terakhir. Assange sadar, ia tak bisa selamanya hidup di gedung Kedubes Ekuador di London itu.
Assange menyamakan kehidupan di gedung Kedubes Ekuador tak ubahnya tinggal di stasiun luar angkasa. "Tidak ada cahaya alami. Saya harus membuat semua barang-barang sendiri, sebab saya tidak bisa pergi ke toko-toko. Tapi, saya sudah pernah berada di sel isolasi dan tinggal di gedung Kedubes jauh lebih baik dibanding meringkuk di tahanan,” lanjutnya.
Assange mencari suaka di Kedubes Ekuador, untuk menghindari ekstradisi ke Swedia. Di Swedia, ia menghadapi tuduhan perkosaan dan kekerasan seksual. Pengacara dan Pemerintah Ekuador takut, jika Assange diekstradisi ke Swedia, selanjutnya Assange akan diekstradisi ke AS. Pemerintah AS sendiri sudah siap mendakwa Assange dengan tuduhan pembocoran ribuan kabel diplomatik AS.
Ekuador ingin Pemerintah Inggris memberikan jaminan tertulis, bahwa Assange tidak akan diekstradisi dari Swedia ke negara ketiga. Assange khawatir, ia bisa menghadapi perlakuan tidak manusiawi di Amerika Serikat. "Ada upaya untuk mengekstradisi saya tanpa dakwaan dan tanpa bukti,” ucap Assange.
(esn)