Peluncuran satelit Korsel ditunda tiga hari
Jum'at, 26 Oktober 2012 - 21:21 WIB
Peluncuran satelit Korsel ditunda tiga hari
A
A
A
Sindonews.com – Korea Selatan (Korsel) menunda tiga hari peluncuran roket yang akan membawa satelit ke orbit. Seperti dikutip dari thestar, Jumat (26/10/2012), penundaan ini disebabkan adanya masalah teknis pada roket pembawa satelit.
Semula, roket akan diluncurkan pada Jumat sore dari Naro Space Center di pantai Selatan Korsel. “Satu jam sebelum peluncuran, kami mendeteksi adanya kebocoran helium pada roket buatan Rusia itu,” kata seorang pejabat Korsel.
Penanganan masalah ini akan memakan waktu cukup lama. “Kami harus menurunkan roket itu dan membawanya kembali ke fasilitas perakitan. Karena hal ini, kami terpaksa menunda peluncuran setidaknya tiga hari ke depan,” ujar Wakil Menteri Teknologi Koresel, Cho Yul-lae.
Kementerian Teknologi Korsel menjadwalkan waktu peluncuran akan berakhir pada 30 Oktober. “Para iInsinyur kami sedang menyelidiki penyebab pasti masalah ini," tambah Yul-lae.
Peluncuran ini dianggap penting bagi upaya Korsel untuk bergabung dengan negara-negara Asia lain di ruang angkasa. Tiga negara Asia yang sudah lebih dulu mengirim satelit ke ruang angkasa adalah China, Jepang, dan India.
Kegagalan peluncuran bukan baru kali ini dialami Korsel. Sebelumnya, sudah dua kali mereka gagal mluncurkan roket guna mengirim satelit ke orbit bumi. Pada 2009, roket berhasil mencapai orbit, tapi terjadi kerusakan pada mekanisme pelepasan satelit.
Kegagalan kedua terjadi pada 2010. Kala itu, roket meledak dua menit setelah diluncurkan. Korsel dan Rusia saling tuding atas kegagalan ini.
Semula, roket akan diluncurkan pada Jumat sore dari Naro Space Center di pantai Selatan Korsel. “Satu jam sebelum peluncuran, kami mendeteksi adanya kebocoran helium pada roket buatan Rusia itu,” kata seorang pejabat Korsel.
Penanganan masalah ini akan memakan waktu cukup lama. “Kami harus menurunkan roket itu dan membawanya kembali ke fasilitas perakitan. Karena hal ini, kami terpaksa menunda peluncuran setidaknya tiga hari ke depan,” ujar Wakil Menteri Teknologi Koresel, Cho Yul-lae.
Kementerian Teknologi Korsel menjadwalkan waktu peluncuran akan berakhir pada 30 Oktober. “Para iInsinyur kami sedang menyelidiki penyebab pasti masalah ini," tambah Yul-lae.
Peluncuran ini dianggap penting bagi upaya Korsel untuk bergabung dengan negara-negara Asia lain di ruang angkasa. Tiga negara Asia yang sudah lebih dulu mengirim satelit ke ruang angkasa adalah China, Jepang, dan India.
Kegagalan peluncuran bukan baru kali ini dialami Korsel. Sebelumnya, sudah dua kali mereka gagal mluncurkan roket guna mengirim satelit ke orbit bumi. Pada 2009, roket berhasil mencapai orbit, tapi terjadi kerusakan pada mekanisme pelepasan satelit.
Kegagalan kedua terjadi pada 2010. Kala itu, roket meledak dua menit setelah diluncurkan. Korsel dan Rusia saling tuding atas kegagalan ini.
(esn)