Rayakan Idul Adha, 40 orang tewas di Masjid
Jum'at, 26 Oktober 2012 - 18:34 WIB
Rayakan Idul Adha, 40 orang tewas di Masjid
A
A
A
Sindonews.com – Meski Hari Raya Idul Adha tengah berlangsung, namun aksi kekerasan nan keji masih terjadi di Afghanistan. Seperti dikutip dari thestar, Jumat (26/10/201), seorang pembom bunuh diri menewaskan sedikitnya 40 orang di sebuah masjid di Maimana, Ibu Kota Provinsi Faryab, Afghanistan Utara.
Selain menewaskan 40 orang, aksi bom bunuh diri ini juga melukai 40 orang lainnya. "Pembom bunuh diri meledakkan bom ketika negara kami tengah memberi selamat satu sama lain pada Hari Raya Idul Adha," kata Lal Mohammad Ahmadzai, Juru Bicara Polisi di Utara Afghanistan.
Menurut Ahmadzai, hampir setengah dari korban tewas adalah polisi. Usai ledakan, sekitar 20 mayat yang sebagian berseragam polisi, tergeletak di depan gerbang masjid. Sementara asap masih mengepul di lokasi kejadian.
Ahmadzai menduga, serangan ini ditujukan pada Kepala Polisi Afghanistan, Jenderal Abdul Khaliq Aqsai. “Segera setelah Kepala Polisi masuk ke dalam kendaraan, si pelaku meledakkan dirinya," kata Ahmadzai.
Pihak berwenang Afghanistan langsung menuding militan Taliban yang berada di balik serangan ini. Tapi, seorang juru bicara Taliban mengatakan, mereka sedang menyelidiki untuk mencari tahu siapa yang bertanggung jawab.
Aksi bom bunuh diri ini terjadi, tepat setelah Presiden Afghanistan, Hamid Karzai mengulangi seruannya bagi militan Taliban untuk bergabung dengan pemerintah.
"Jika Anda (Taliban) ingin bergabung dengan pemerintah, Anda dipersilakan. Anda memiliki hak sebagai warga Afghanistan dan sebagai seorang Muslim," kata Karzai dalam pidato menandai Idul Adha di Ibu Kota, Afghanistan, Kabul.
Dalam pernyataan terpisah sesudah ledakan, Karzai langsung mengutuk serangan ke masjid di Maimana itu.
Selain menewaskan 40 orang, aksi bom bunuh diri ini juga melukai 40 orang lainnya. "Pembom bunuh diri meledakkan bom ketika negara kami tengah memberi selamat satu sama lain pada Hari Raya Idul Adha," kata Lal Mohammad Ahmadzai, Juru Bicara Polisi di Utara Afghanistan.
Menurut Ahmadzai, hampir setengah dari korban tewas adalah polisi. Usai ledakan, sekitar 20 mayat yang sebagian berseragam polisi, tergeletak di depan gerbang masjid. Sementara asap masih mengepul di lokasi kejadian.
Ahmadzai menduga, serangan ini ditujukan pada Kepala Polisi Afghanistan, Jenderal Abdul Khaliq Aqsai. “Segera setelah Kepala Polisi masuk ke dalam kendaraan, si pelaku meledakkan dirinya," kata Ahmadzai.
Pihak berwenang Afghanistan langsung menuding militan Taliban yang berada di balik serangan ini. Tapi, seorang juru bicara Taliban mengatakan, mereka sedang menyelidiki untuk mencari tahu siapa yang bertanggung jawab.
Aksi bom bunuh diri ini terjadi, tepat setelah Presiden Afghanistan, Hamid Karzai mengulangi seruannya bagi militan Taliban untuk bergabung dengan pemerintah.
"Jika Anda (Taliban) ingin bergabung dengan pemerintah, Anda dipersilakan. Anda memiliki hak sebagai warga Afghanistan dan sebagai seorang Muslim," kata Karzai dalam pidato menandai Idul Adha di Ibu Kota, Afghanistan, Kabul.
Dalam pernyataan terpisah sesudah ledakan, Karzai langsung mengutuk serangan ke masjid di Maimana itu.
(esn)