Khamenei: AS dan Israel coba memecah belah kaum muslim
Jum'at, 26 Oktober 2012 - 09:32 WIB
Khamenei: AS dan Israel coba memecah belah kaum muslim
A
A
A
Sindonews.com – Pemimpin Besar Iran, Ayatollah Ali Khamenei menuduh Amerika Serikat (AS) dan Israel mengobarkan perpecahan di kalangan umat Islam. Menurut Khamenei, AS dan Israel melakukan hal ini untuk melemahkan pergerakan Islam di seluruh Timur Tengah.
"Dengan kurangnya perhatian, Amerika, NATO, dan Zionis berusaha untuk mengalihkan gerakan pemuda Muslim dan membawa mereka ke konfrontasi dengan satu sama lain atas nama Islam," kata Khamenei.
"Mereka mencoba untuk menghidupkan jihad melawan kolonialisme dan Zionisme dalam terorisme buta di jalan-jalan, sehingga kaum Muslim saling menumpahkan darah masing-masing," lanjutnya.
Hingga kini, beberapa kaum Mulsim memang masih saling berperang. Seperti yang terjadi di Suriah dan Bahrain, di mana kamu Sunni dan Syiah saling berhadapan.
Pemerintah Iran sendiri telah bersekutu dengan penguasa regional Suriah, Presiden Bashar al-Assad dan gerakan Lebanon Syiah. Gerakan ini kerap disebut sebagai poros perlawanan terhadap Israel.
"Kekuatan arogan agresif dan intervensi membuat setiap usaha untuk mengalihkan jalannya gerakan Islam yang signifikan," kata Khamenei. Ia mendesak kaum Muslim untuk menunjukkan solidaritas satu sama lain.
Dia menegaskan agar oposisi Iran menghentikan intervensi di Suriah. “Suriah hanya bisa memutuskan masa depan mereka sendiri,” ujar Khamenei.
"Dengan kurangnya perhatian, Amerika, NATO, dan Zionis berusaha untuk mengalihkan gerakan pemuda Muslim dan membawa mereka ke konfrontasi dengan satu sama lain atas nama Islam," kata Khamenei.
"Mereka mencoba untuk menghidupkan jihad melawan kolonialisme dan Zionisme dalam terorisme buta di jalan-jalan, sehingga kaum Muslim saling menumpahkan darah masing-masing," lanjutnya.
Hingga kini, beberapa kaum Mulsim memang masih saling berperang. Seperti yang terjadi di Suriah dan Bahrain, di mana kamu Sunni dan Syiah saling berhadapan.
Pemerintah Iran sendiri telah bersekutu dengan penguasa regional Suriah, Presiden Bashar al-Assad dan gerakan Lebanon Syiah. Gerakan ini kerap disebut sebagai poros perlawanan terhadap Israel.
"Kekuatan arogan agresif dan intervensi membuat setiap usaha untuk mengalihkan jalannya gerakan Islam yang signifikan," kata Khamenei. Ia mendesak kaum Muslim untuk menunjukkan solidaritas satu sama lain.
Dia menegaskan agar oposisi Iran menghentikan intervensi di Suriah. “Suriah hanya bisa memutuskan masa depan mereka sendiri,” ujar Khamenei.
(esn)