Iran ancam hentikan ekspor minyak
Selasa, 23 Oktober 2012 - 22:34 WIB
Iran ancam hentikan ekspor minyak
A
A
A
Sindonews.com – Iran mengancam akan menghentikan ekspor minyak mereka, jika tekanan dari negara-negara Barat kian deras menerpa negara itu. Seperti dikutip dari thestar, Selasa (23/10/2012), Iran mengaku sudah memiliki rencana untuk bertahan tanpa pendapatan dari ekspor minyak.
"Jika kami terus mendapat sanksi, kami akan menghentikan ekspor minyak," kata Menteri Perminyakan Iran, Rostam Qasemi, pada para wartawan di Dubai. Pernyataan Qasemi adalah yang terbaru dari serangkaian ancaman pembalasan Teheran dalam menanggapi sanksi dunia Barat.
Negara-negara Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat telah memberlakukan sanksi keras terhadap Iran. Sanksi ini dijatuhkan dalam upaya untuk mengekang program nuklir Iran. Dunia Barat menuduh, program nuklir Iran itu akan digunakan untuk menghasilkan bom atom.
"Kami telah menyiapkan rencana untuk menjalankan perekonomian negara tanpa pendapatan dari sektor minyak," kata Qasemi. "Sejauh ini, kami tidak memiliki masalah yang serius. Tetapi, jika sanksi itu akan diperbarui, kami akan menjalankan rencana cadangan,” lanjutnya.
Qasemi juga mengatakan, saat ini Iran masih memproduksi 4 juta barel per hari. Ia membantah sebuah laporan yang menyebut produksi minyak Iran telah merosot menjadi hanya 2,7 juta barel per hari.
"Saat ini, kami memproduksi 4 juta barel per hari," kata Qasemi yang menolak memberikan angka pasti ekspor minyak Iran. "Iran telah menghadapi sanksi AS selama 30 tahun dan kami tetap berhasil mengelola sektor minyak," katanya.
"Jika kami terus mendapat sanksi, kami akan menghentikan ekspor minyak," kata Menteri Perminyakan Iran, Rostam Qasemi, pada para wartawan di Dubai. Pernyataan Qasemi adalah yang terbaru dari serangkaian ancaman pembalasan Teheran dalam menanggapi sanksi dunia Barat.
Negara-negara Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat telah memberlakukan sanksi keras terhadap Iran. Sanksi ini dijatuhkan dalam upaya untuk mengekang program nuklir Iran. Dunia Barat menuduh, program nuklir Iran itu akan digunakan untuk menghasilkan bom atom.
"Kami telah menyiapkan rencana untuk menjalankan perekonomian negara tanpa pendapatan dari sektor minyak," kata Qasemi. "Sejauh ini, kami tidak memiliki masalah yang serius. Tetapi, jika sanksi itu akan diperbarui, kami akan menjalankan rencana cadangan,” lanjutnya.
Qasemi juga mengatakan, saat ini Iran masih memproduksi 4 juta barel per hari. Ia membantah sebuah laporan yang menyebut produksi minyak Iran telah merosot menjadi hanya 2,7 juta barel per hari.
"Saat ini, kami memproduksi 4 juta barel per hari," kata Qasemi yang menolak memberikan angka pasti ekspor minyak Iran. "Iran telah menghadapi sanksi AS selama 30 tahun dan kami tetap berhasil mengelola sektor minyak," katanya.
(esn)