Seorang anggota pasukan khusus Australia tewas di Afghanistan
Senin, 22 Oktober 2012 - 21:43 WIB
Seorang anggota pasukan khusus Australia tewas di Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com – Seorang anggota pasukan khusus Australia tewas terkena ledakan sebuah bom rakitan di Provinsi Urugzan, Afghanistan selatan, Minggu (21/10/2012). Kabar tewasnya tentara ini disampaikan Kepala Pertahanan Australia, Jenderal David Hurley, Senin (22/10/20120.
“Prajurit itu tewas seketika terkena ledakan dari sebuah bom rakitan. Tak ada korban lain dari pihak pasukan Australia ataupun militer Afghanistan dalam persitiwa ini,” kata Hurley. Ia menegaskan, nama si prajurit sengaja tak dirilis, dengan alasan kemanan misi operasi khusus.
"Misi operasi khusus tetap berlangsung, sehingga saya tidak bisa memberikan rincian spesifik tentang lokasi atau misi itu sendiri tanpa mempertaruhkan keselamatan rekan-rekan anak muda ini," lanjut Hurley.
Pasukan Australia masuk ke daerah Urugzan pekan lalu. Sebelumnya, daerah ini diduduki oleh pasukan Amerika Serikat. Menurut Hurley, prajurit yang tewas memiliki kualitas dan pengalaman operasi yang mumpuni.
Tewasnya tentara ini membuat korban tewas di pihak pasukan Australia menjadi 39 orang, sejak negara itu bergabung dengan pasukan koalisi di Afghanistan pada 2002. Di antara korban tewas, tujuh di antaranya tewas di tahun ini.
Perdana Menteri Australia, Julia Gillard, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas insiden ini. “Yang jelas, kita telah kehilangan seorang tentara pemberani yang melakukan pekerjaan yang sulit dan berbahaya di Afghanistan. Kepergiannya akan ditangisi oleh seluruh bangsa," ujar Gillard.
“Prajurit itu tewas seketika terkena ledakan dari sebuah bom rakitan. Tak ada korban lain dari pihak pasukan Australia ataupun militer Afghanistan dalam persitiwa ini,” kata Hurley. Ia menegaskan, nama si prajurit sengaja tak dirilis, dengan alasan kemanan misi operasi khusus.
"Misi operasi khusus tetap berlangsung, sehingga saya tidak bisa memberikan rincian spesifik tentang lokasi atau misi itu sendiri tanpa mempertaruhkan keselamatan rekan-rekan anak muda ini," lanjut Hurley.
Pasukan Australia masuk ke daerah Urugzan pekan lalu. Sebelumnya, daerah ini diduduki oleh pasukan Amerika Serikat. Menurut Hurley, prajurit yang tewas memiliki kualitas dan pengalaman operasi yang mumpuni.
Tewasnya tentara ini membuat korban tewas di pihak pasukan Australia menjadi 39 orang, sejak negara itu bergabung dengan pasukan koalisi di Afghanistan pada 2002. Di antara korban tewas, tujuh di antaranya tewas di tahun ini.
Perdana Menteri Australia, Julia Gillard, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas insiden ini. “Yang jelas, kita telah kehilangan seorang tentara pemberani yang melakukan pekerjaan yang sulit dan berbahaya di Afghanistan. Kepergiannya akan ditangisi oleh seluruh bangsa," ujar Gillard.
(aww)