Enam polisi Afghanistan diracuni, lalu ditembak
Minggu, 21 Oktober 2012 - 19:39 WIB
Enam polisi Afghanistan diracuni, lalu ditembak
A
A
A
Sindonews.com – Peristiwa tragis terjadi di tubuh Kepolisian Afghanistan. Enam polisi Afghanistan ditembak mati setelah diracuni oleh rekan mereka sendiri. Seperti dikutip dari Iol.co.za, Sabtu (20/10/2012), peristiwa ini terjadi di Gereshk, Provinsi Helmand, Afghanistan Selatan.
"Seorang juru masak dan seorang polisi, membubuhkan racun di makanan rekan-rekan mereka. Setelah korban jatuh pingsan, si pelaku lalu menembak mati mereka,” jelas seorang Juru Bicara Polisi, Ahmad Zeerak.
Menurutnya, polisi yang terlibat dalam aksi penembakan ini telah ditangkap, tetapi sang juru masak masih buron. Serangan terhadap Kepolisian Afghanistan memang kerap terjadi. Anggota Kepolisian Afghanistan dianggap musuh oleh kaum militan. Mereka dipandang sama dengan pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat yang masih bercokol di negara itu.
Juru Bicara Taliban, Yousif Ahmadi, mengaku kelompoknya bertanggung jawab atas serangan itu. Polisi Afghanistan adalah kekuatan kunci dalam mendukung pasukan pimpinan NATO dalam perang melawan gerilyawan Taliban.
Taliban kerap kali menyusupkan anggotanya dalam tubuh Kepolisian atau militer Afghanistan. Dengan cara ini, Taliban lebih mudah untuk melancarkan serangan. Sepanjang tahun ini, tak kurang dari 50 anggota pasukan koalisi dan puluhan pasukan lokal Afghanistan tewas akibat aksi mata-mata Taliban.
"Seorang juru masak dan seorang polisi, membubuhkan racun di makanan rekan-rekan mereka. Setelah korban jatuh pingsan, si pelaku lalu menembak mati mereka,” jelas seorang Juru Bicara Polisi, Ahmad Zeerak.
Menurutnya, polisi yang terlibat dalam aksi penembakan ini telah ditangkap, tetapi sang juru masak masih buron. Serangan terhadap Kepolisian Afghanistan memang kerap terjadi. Anggota Kepolisian Afghanistan dianggap musuh oleh kaum militan. Mereka dipandang sama dengan pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat yang masih bercokol di negara itu.
Juru Bicara Taliban, Yousif Ahmadi, mengaku kelompoknya bertanggung jawab atas serangan itu. Polisi Afghanistan adalah kekuatan kunci dalam mendukung pasukan pimpinan NATO dalam perang melawan gerilyawan Taliban.
Taliban kerap kali menyusupkan anggotanya dalam tubuh Kepolisian atau militer Afghanistan. Dengan cara ini, Taliban lebih mudah untuk melancarkan serangan. Sepanjang tahun ini, tak kurang dari 50 anggota pasukan koalisi dan puluhan pasukan lokal Afghanistan tewas akibat aksi mata-mata Taliban.
(aww)