Jurnalis tv Prancis alami pelecehan seksual
Minggu, 21 Oktober 2012 - 14:56 WIB
Jurnalis tv Prancis alami pelecehan seksual
A
A
A
Sindonews.com – Seorang jurnalis tv Prancis, Sonia Dridi, mengalami pelecehan seksual saat sedang meliput aksi demonstrasi di Tahrir Square, Kario, Mesir, Jumat (19/20/2012). Sonia yang berkerja untuk stasiun tv France 24 itu sudah mengajukan laporan pada Kepolisian Mesir pada Sabtu (20/10/2012).
Pelecehan yang dilakukan oleh sekelompok orang ini terjadi saat Sonia baru saja menyampaikan laporan langsung di Tahrir Square, Jumat siang. Saat itu, sekelompok orang mengerumuninya dan meraba-raba tubuh Sonia.
“Saat menyampaikan laporan langsung itu, saya berada di lapangan bersama dengan tim saya. Jadi, saya tak merasa khawatir. Tapi ternyata, kehadiran kamera tv di lapangan telah menarik perhatian sekelompok orang. Pada akhir bagian laporan langsung saya, suasana berubah menjadi menegangkan,” jelas Sonia.
Menurutnya, sebagian besar dari orang-orang yang mengerumuninya adalah pria muda. “Mereka mulai memeluk saya, dan juga meraba-raba. Seorang rekan menyelamatkan saya dari kerumunan itu,” lanjut Sonia.
Setelah beberapa saat dalam ketegangan, Ashraf Khalil, seorang koresponden France 24, akhirnya mampu menyelamatkan Sonia dari kerumunan. France 24 sudah mengeluarkan pernyataan, bahwa kedua wartawan mereka saat ini berada dalam kondisi aman dan sehat. France 24 juga mengutuk aksi pelecehan ini.
“Kami dengan tegas mengutuk terjadinya tindakan kekerasan terhadap wartawan, yang seharusnya bisa melakukan pekerjaan mereka dengan bebas di mana saja di dunia,” sebut pernyataan France 24.
Pelecehan seksual bukan kali pertama dialami jurnalis perempuan yang melakukan peliputan di Tahrir Square. Pada Februari 2011, saat diktator Mesir Hosni Mubarak mengundurkan diri, jurnalis perempuan AS, Lara Logan juga sempat mengalami pelecehan seksual yang dilakukan para demonstran.
Pelecehan yang dilakukan oleh sekelompok orang ini terjadi saat Sonia baru saja menyampaikan laporan langsung di Tahrir Square, Jumat siang. Saat itu, sekelompok orang mengerumuninya dan meraba-raba tubuh Sonia.
“Saat menyampaikan laporan langsung itu, saya berada di lapangan bersama dengan tim saya. Jadi, saya tak merasa khawatir. Tapi ternyata, kehadiran kamera tv di lapangan telah menarik perhatian sekelompok orang. Pada akhir bagian laporan langsung saya, suasana berubah menjadi menegangkan,” jelas Sonia.
Menurutnya, sebagian besar dari orang-orang yang mengerumuninya adalah pria muda. “Mereka mulai memeluk saya, dan juga meraba-raba. Seorang rekan menyelamatkan saya dari kerumunan itu,” lanjut Sonia.
Setelah beberapa saat dalam ketegangan, Ashraf Khalil, seorang koresponden France 24, akhirnya mampu menyelamatkan Sonia dari kerumunan. France 24 sudah mengeluarkan pernyataan, bahwa kedua wartawan mereka saat ini berada dalam kondisi aman dan sehat. France 24 juga mengutuk aksi pelecehan ini.
“Kami dengan tegas mengutuk terjadinya tindakan kekerasan terhadap wartawan, yang seharusnya bisa melakukan pekerjaan mereka dengan bebas di mana saja di dunia,” sebut pernyataan France 24.
Pelecehan seksual bukan kali pertama dialami jurnalis perempuan yang melakukan peliputan di Tahrir Square. Pada Februari 2011, saat diktator Mesir Hosni Mubarak mengundurkan diri, jurnalis perempuan AS, Lara Logan juga sempat mengalami pelecehan seksual yang dilakukan para demonstran.
(esn)