Puluhan ribu demonstran akan banjiri London
Sabtu, 20 Oktober 2012 - 07:05 WIB
Puluhan ribu demonstran akan banjiri London
A
A
A
Sindonews.com – Diperkirakan puluhan ribu orang akan membanjiri jalan-jalan di London, Inggris, pada Sabtu (20/10/2012), dalam sebuah aksi demonstrasi terbesar di Inggris tahun ini. Aksi demo ini digelar sebagai bentuk protes terhadap langkah-langkah penghematan yang diterapkan oleh pemerintah Inggris.
The Trades Union Congress (TUC), sebuah organisasi pekerja di Inggris, mengatakan, orang-orang dari seluruh negeri akan bergabung dan berbaris melalui pusat kota London. Aksi ini dilakukan demi terciptanya lapangan pekerjaan di masa depan.
“Sudah terbukti kalau penghematan yang dilakukan telah gagal. Lebih dari 2,5 juta orang tidak memiliki pekerjaan dan 3 juta orang tidak memiliki jam kerja yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Selain itu, nilai upah juga telah jatuh setiap bulan selama tiga tahun terakhir," ujar Sekjen TUC, Brendan Barber, seperti dikutip dari Reuters.
Pada Maret lalu, setidaknya ada 250 ribu orang yang bergabung pada aksi demo di London yang dikordinir TUC. Ini adalah unjuk rasa terbesar, sejak aksi demo menentang keikutsertaan Inggris di perang Irak pada 2003.
Sayangnya, aksi demo pada Maret lalu itu disusupi aksi kelompok radikal yang memisahkan diri dari kelompok utama pendemo. Kelompok radikal itu melakukan perusakan pada bank dan toko-toko mewah di kawasan West End. Bentrokan dengan aparat kepolisian pun tak terhindarkan. Pada aksi itu, 200 orang ditangkap polisi.
"Kami tidak ingin melihat hal itu terulang," kata seorang juru bicara TUC. Ia mengaku telah memesan 250 bus untuk membawa orang-orang dari seluruh Inggris untuk datang ke London. Pihak Kepolisian London sendiri mengaku sudah bersiap untuk mengamankan aksi demo ini.
“Kami memiliki rencana pengamanan di hari H, yang akan didasarkan pada informasi intelijen. Kami juga telah bekerja sama dengan TUC. Kami berharap aksi demo berlangsung damai,” kata seorang Juru Bicara Kepolisian London.
The Trades Union Congress (TUC), sebuah organisasi pekerja di Inggris, mengatakan, orang-orang dari seluruh negeri akan bergabung dan berbaris melalui pusat kota London. Aksi ini dilakukan demi terciptanya lapangan pekerjaan di masa depan.
“Sudah terbukti kalau penghematan yang dilakukan telah gagal. Lebih dari 2,5 juta orang tidak memiliki pekerjaan dan 3 juta orang tidak memiliki jam kerja yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Selain itu, nilai upah juga telah jatuh setiap bulan selama tiga tahun terakhir," ujar Sekjen TUC, Brendan Barber, seperti dikutip dari Reuters.
Pada Maret lalu, setidaknya ada 250 ribu orang yang bergabung pada aksi demo di London yang dikordinir TUC. Ini adalah unjuk rasa terbesar, sejak aksi demo menentang keikutsertaan Inggris di perang Irak pada 2003.
Sayangnya, aksi demo pada Maret lalu itu disusupi aksi kelompok radikal yang memisahkan diri dari kelompok utama pendemo. Kelompok radikal itu melakukan perusakan pada bank dan toko-toko mewah di kawasan West End. Bentrokan dengan aparat kepolisian pun tak terhindarkan. Pada aksi itu, 200 orang ditangkap polisi.
"Kami tidak ingin melihat hal itu terulang," kata seorang juru bicara TUC. Ia mengaku telah memesan 250 bus untuk membawa orang-orang dari seluruh Inggris untuk datang ke London. Pihak Kepolisian London sendiri mengaku sudah bersiap untuk mengamankan aksi demo ini.
“Kami memiliki rencana pengamanan di hari H, yang akan didasarkan pada informasi intelijen. Kami juga telah bekerja sama dengan TUC. Kami berharap aksi demo berlangsung damai,” kata seorang Juru Bicara Kepolisian London.
(esn)