Tentara tewas di Irak, keluarga dapat kompensasi

Sabtu, 20 Oktober 2012 - 06:50 WIB
Tentara tewas di Irak,...
Tentara tewas di Irak, keluarga dapat kompensasi
A A A
Sindonews.com – Keluarga para tentara Inggris yang tewas di Irak, memiliki kesempatan untuk mendapatkan kompensasi dari pemerintah atas kematian anggota keluarga mereka. Seperti dikutip dari orange.co.uk, Jumat (19/10/2012), Pengadilan Banding di Inggris menyatakan pihak keluarga bisa mengajukan klaim kerusakan atas dasar kelalaian.

Putusan Pengadilan Banding yang baru saja dikeluarkan ini, sama dengan keputusan Pengadilan Tinggi Inggris pada 2011. Kementerian Pertahanan mengajukan keberatan atas putusan ini yang didasari pada klaim kelalaian.

"Kami sedang mempertimbangkan putusan Pengadilan Banding ini. Dan, karena mungkin dikenakan tindakan hukum lebih lanjut, tidak pantas bagi kami untuk mengeluarkan komentar lebih lanjut," ujar Juru Bicara Kementerian Pertahanan Inggris.

Pihak keluarga korban menuding, Departemen Pertahanan Inggris gagal untuk menyediakan kendaraan lapis baja atau peralatan yang bisa menyelamatkan nyawa tentara Inggris di Irak. Karenanya, pemerintah harus membayar ganti rugi.

Shubhaa Srinivasan, pengacara dari firma hukum Leigh Day & Co, yang mewakili keluarga korban dan prajurit yang masih hidup, menggambarkan keputusan itu sebagai "kemenangan penting". “Kami menunggu putusan ini setelah berjuang selama bertahun-tahun untuk mendapatkan klaim ke pengadilan,”ujar Srinivasan.

Menurutnya, posisi Departemen Pertahanan secara moral dan hukum tidak dapat dipertahankan. “Sebab, Departemen Pertahanan berutang tugas perawatan bagi mereka yang berperang atas nama negara ini,”lanjutnya.

Susan Smith, seorang ibu yang putranya tewas pada Juli 2005 setelah mobilnya terkena ledakan bom, mengatakan, tentara memiliki hak untuk hidup dan hak untuk aman dalam menjalankan pekerjaan mereka. “Saya pikir, Departemen Pertahanan sudah mengetahui bahwa selama ini peralatan yang digunakan tak memadai. Namun, mereka tetap menyuruh para prajurit untuk memakainya,” ungkap Smith.
(esn)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
Aneh tapi Nyata, Gunung...
Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari
22 menit yang lalu
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
1 jam yang lalu
Horor! Jendela Pesawat...
Horor! Jendela Pesawat Terlepas di Tengah Penerbangan, Seorang Penumpang Nyaris Tersedot Keluar
2 jam yang lalu
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
2 jam yang lalu
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
3 jam yang lalu
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved