Korsel dan Korut siap saling serang
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 15:07 WIB
Korsel dan Korut siap saling serang
A
A
A
Sindonews.com – Ketegangan antara Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) kian meningkat. Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (19/10/2012), Menteri Pertahanan Korsel, Kim Kwan-jin mengaku akan melancarkan serangan balasan jika Korut melepaskan tembakan ke wilayah Korsel. “Kalau itu terjadi (serangan dari Korut), akan ada respon ke sumber serangan,” tegas Kwan-jin.
Ketegangan antar dua Korea ini meningkat, setelah sekelompok pembelot Korut yang saat ini tinggal di Korsel berencana untuk mengirim selebaran ke Korut. Rencananya, pada awal pekan depan, selebaran-selebaran ini akan diterbangkan dengan balon-balon udara dari kota Paju, 60 km Utara Seoul. Selebaran yang akan dijatuhkan di wilayah Korut ini berisi propaganda anti Korut.
Militer Korut mengancam, jika selebaran itu sampai dijatuhkan di wilayah Korut, serangan akan langsung dilancarkan. "Jika kami melihat adanya gerakan di daerah perbatasan, serangan tanpa ampun akan dilancarkan,” sebut bunyi pernyataan yang dikeluarkan pihak militer Korut, Korean People’s Army (KPA).
KPA menghimbau, warga yang tinggal di sekitar daerah di mana para aktivis berencana untuk meluncurkan balon, harus segera mengungsi untuk mengantisipasi kemungkinan kerusakan. “Daerah sekitar lokasi peluncuran balon akan menjadi sasaran penembakan langsung dari KPA,” lanjut pernyataan itu.
Ini adalah pernyataan paling keras yang dikeluarkan KPA. Jelas pihak Korsel tak tinggal diam. Selain pernyataan dari Menteri Pertahanan, Presiden Korsel, Lee Myung-Bak juga sudah mengeluarkan pernyataan untuk melakukan serangan balasan. Myung-Bak menyatakan akan berjuang mempertahankan daerah perbatasan sampai mati.
Pernyataan ini dikeluarkan sang Presiden saat ia mengunjungi pulau Yeonpyeong, Kamis (18/10/2012). Seperti dikutip dari CNN.com, pulau yang dikuasai Korsel ini pernah diserang rudal Korut pada 2010. Akibatnya, dua marinir dan dua warga sipil Korsel tewas.
“Saat ini, saya berada di sini (pulau Yeonpyeong), saya bisa merasakan aura konfrontasi (dengan Korut). Saya sadar betapa pentingnya pulau Yeonpyeong. Saya percaya, bahwa semua marinir Korsel harus tahu bahwa kita harus melindungi wilayanh ini sampai mati," tandas Myung-Bak.
Ketegangan antar dua Korea ini meningkat, setelah sekelompok pembelot Korut yang saat ini tinggal di Korsel berencana untuk mengirim selebaran ke Korut. Rencananya, pada awal pekan depan, selebaran-selebaran ini akan diterbangkan dengan balon-balon udara dari kota Paju, 60 km Utara Seoul. Selebaran yang akan dijatuhkan di wilayah Korut ini berisi propaganda anti Korut.
Militer Korut mengancam, jika selebaran itu sampai dijatuhkan di wilayah Korut, serangan akan langsung dilancarkan. "Jika kami melihat adanya gerakan di daerah perbatasan, serangan tanpa ampun akan dilancarkan,” sebut bunyi pernyataan yang dikeluarkan pihak militer Korut, Korean People’s Army (KPA).
KPA menghimbau, warga yang tinggal di sekitar daerah di mana para aktivis berencana untuk meluncurkan balon, harus segera mengungsi untuk mengantisipasi kemungkinan kerusakan. “Daerah sekitar lokasi peluncuran balon akan menjadi sasaran penembakan langsung dari KPA,” lanjut pernyataan itu.
Ini adalah pernyataan paling keras yang dikeluarkan KPA. Jelas pihak Korsel tak tinggal diam. Selain pernyataan dari Menteri Pertahanan, Presiden Korsel, Lee Myung-Bak juga sudah mengeluarkan pernyataan untuk melakukan serangan balasan. Myung-Bak menyatakan akan berjuang mempertahankan daerah perbatasan sampai mati.
Pernyataan ini dikeluarkan sang Presiden saat ia mengunjungi pulau Yeonpyeong, Kamis (18/10/2012). Seperti dikutip dari CNN.com, pulau yang dikuasai Korsel ini pernah diserang rudal Korut pada 2010. Akibatnya, dua marinir dan dua warga sipil Korsel tewas.
“Saat ini, saya berada di sini (pulau Yeonpyeong), saya bisa merasakan aura konfrontasi (dengan Korut). Saya sadar betapa pentingnya pulau Yeonpyeong. Saya percaya, bahwa semua marinir Korsel harus tahu bahwa kita harus melindungi wilayanh ini sampai mati," tandas Myung-Bak.
(esn)