Meningitis sudah rengut 19 nyawa di AS
Kamis, 18 Oktober 2012 - 23:38 WIB
Meningitis sudah rengut 19 nyawa di AS
A
A
A
Sindonews.com – Jumlah korban meninggal akibat wabah meningitis di Amerika Serikat (AS) terus bertambah. Seperti dikutip dari cbsnews.com, Kamis (18/10/2012), saat ini sudah 19 orang dinyatakan tewas. Wabah ini juga sudah menyebar ke 15 negara bagian dan sudah 247 orang dilaporkan terinfeksi meningitis.
Kasus meninggal terakhir terjadi di dua negara bagian, Florida dan Virginia. Sedangkan negara bagian yang paling banyak korban tewas adalah Tennessee. Negara bagian ini juga memiliki jumlah korban terinfeksi paling banyak, yakni 61 kasus.
Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) AS, diduga penyebab munculnya wabah radang selaput otak ini adalah steroid cair yang diproduksi oleh New England Compounding Center Inc. Parahnya, steroid ini sudah disuntikan ke 13 ribu orang selama kurun Juli-September 2012. CDC khawatir, korban akibat wabah ini akan bertambah banyak.
Penyidik dari Food and Drug Administration (FDA) telah mengunjungi New England Compounding Center Inc. Juru Bicara FDA, Steven Immergut, mengatakan, kunjungan ini merupakan bagian dari penyelidikan wabah meningitis.
Namun, pengacara New England Compounding Center Inc., Paul Cirel, mengaku sulit memahami tujuan dari kunjungan FDA itu. “New England Compounding Center Inc. telah jelas-jelas menyatakan secara sukarela akan memberikan apapun yang diminta penyidik. Kami akan terus bekerja sama,” kata Cirel.
Kasus meninggal terakhir terjadi di dua negara bagian, Florida dan Virginia. Sedangkan negara bagian yang paling banyak korban tewas adalah Tennessee. Negara bagian ini juga memiliki jumlah korban terinfeksi paling banyak, yakni 61 kasus.
Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) AS, diduga penyebab munculnya wabah radang selaput otak ini adalah steroid cair yang diproduksi oleh New England Compounding Center Inc. Parahnya, steroid ini sudah disuntikan ke 13 ribu orang selama kurun Juli-September 2012. CDC khawatir, korban akibat wabah ini akan bertambah banyak.
Penyidik dari Food and Drug Administration (FDA) telah mengunjungi New England Compounding Center Inc. Juru Bicara FDA, Steven Immergut, mengatakan, kunjungan ini merupakan bagian dari penyelidikan wabah meningitis.
Namun, pengacara New England Compounding Center Inc., Paul Cirel, mengaku sulit memahami tujuan dari kunjungan FDA itu. “New England Compounding Center Inc. telah jelas-jelas menyatakan secara sukarela akan memberikan apapun yang diminta penyidik. Kami akan terus bekerja sama,” kata Cirel.
(esn)