Skandal rumah pensiun Presiden Korsel

Kamis, 18 Oktober 2012 - 10:32 WIB
Skandal rumah pensiun...
Skandal rumah pensiun Presiden Korsel
A A A
Sindonews.com - Tim penyidik kemarin menggeledah rumah dan kantor kakak Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Myungbak, Lee Sang-eun, sebagai bagian dari penyelidikan terkait dugaan penyelewengan di sebuah proyek untuk membangun rumah pensiun untuk Presiden Lee.

Kantor berita Yonhap melaporkan, penggeledahan itu dilakukan di rumah Sang-eun di timur Seoul dan kantornya, pembuat kursi mobil DAS di mana dia menjabat sebagai bos,di Gyeongju. Penggeledahan itu dilakukan sehari setelah jaksa khusus meminta pencekalan atas putra tunggal Lee, Lee Sihyung (34) dan 10 orang lainnya yang terkait proyek itu.

Penggeledahan dan pencekalan itu bermuara pada pembelian gabungan yang dilakukan Si-hyung dan Pasukan Keamanan Presiden (Paspampres) terhadap sepetak tanah di pinggiran selatan Seoul. Sebagai rumah pensiun presiden, yang akan mundur pada awal tahun depan, lokasi itu juga akan dibangun fasilitas bagi personel keamanan.

Tapi, biaya pembelian itu diduga tidak dibagi secara adil, dengan indikasi bahwa bagian yang dibayar Paspampres terlalu mahal, sementara Sihyung mendapatkan harga di bawah pasar untuk membeli tanah itu.Sang-eun dilaporkan meminjamkan dana sebesar 600 juta won (Rp5,2 miliar) kepada keponakannya itu untuk pembelian tanah tersebut.

“(Penggeledahan) itu dilakukan untuk mengamankan material yang kami butuhkan untuk memverifikasi fakta dasar seperti aliran dana dan detil kontrak,” ujar asisten penasihat khusus Lee Chang-hoon, seperti dikutip Yonhap.

Kantor kepresidenan, Blue House, membantah klaim oposisi atas penipuan keuangan. Tapi,untuk menghadapi kritik itu, Presiden Lee menghentikan seluruh proyek itu dan pindah ke rumah pribadinya di selatan Seoul setelah mundur dari jabatannya.

Sebelumnya,Selasa (16/10), Jaksa Khusus Korsel Lee Kwang-bum meminta Kementerian Kehakiman agar mencekal Si-hyung dari bepergian ke luar negeri.“Kami menerima permintaan untuk pencekalan segera dan kami sedang memprosesnya,” kata pejabat Kementerian Kehakiman, seperti dikutip AFP.

Selain Si-hyung, jaksa juga meminta pencekalan terhadap 10 orang lain, termasuk mantan Kepala Paspampres Kim Injong. Langkah itu diambil sehari setelah tim beranggotakan 63 orang, termasuk jaksa independen,memulai investigasi terhadap proyek pembangunan rumah pensiun untuk Presiden Lee.Penyelidikan ini harus selesai dalam 45 hari.
(aww)
Berita Terkait
Bungkam Korea Selatan...
Bungkam Korea Selatan 2-0, Yordania Melenggang ke Final Piala Asia 2023
Nuansa Khas Korea Selatan...
Nuansa Khas Korea Selatan di Pusat Perbelanjaan
Atlet Olimpiade Korea...
Atlet Olimpiade Korea Selatan Ikuti Kamp Militer di Pohang
Menikmati Konser Virtual...
Menikmati Konser Virtual On The K:O dan Fan Signing, Seru!
10 Mahasiswa Indonesia...
10 Mahasiswa Indonesia Lolos Program Magang di Korea Selatan
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
6 jam yang lalu
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
7 jam yang lalu
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
8 jam yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
9 jam yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
10 jam yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
11 jam yang lalu
Infografis
4 Presiden Termiskin...
4 Presiden Termiskin di Dunia, Sumbangkan 90% Gajinya untuk Kaum Susah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved