10 ribu umat muslim demo kantor pusat Google

Senin, 15 Oktober 2012 - 18:30 WIB
10 ribu umat muslim...
10 ribu umat muslim demo kantor pusat Google
A A A
Sindonews.com - Sekitar 10 ribu umat muslim melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor pusat Google, di London, Minggu (14/10/2012). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes akibat masih bisa diaksesnya film 'The Innocence Muslim' di YouTube.

Sekitar 800 imam di masjid-masjid di seluruh Inggris, iku membantu mengatur demo yang berlangsung selama 4 jam ini. Seluruh jalan di sekitar lokasi demo diblokir, hingga ke Istana Buckingham.

Tak hanya umat muslim di Inggris yang ikut dalam aksi ini. Dilaporkan, umat muslim dari beberapa negara Eropa juga ambil bagian. Sebagian rela menempuh perjalanan panjang dari Glasgow, Skotlandia.

Menurut The Telegraph, Senin (15/10/2012), aksi demo di depan kantor pusat Google ini adalah aksi pemanasan menjelang aksi demo satu juta umat muslim di Hyde Park, London beberapa pekan ke depan.

Aksi demo ini memiliki tujuan akhir, dihapusnya film 'The Innocence Muslim' dari situs You Tube, anak perusahaan Google. Salah seorang penggagas aksi demo, Masoud Alam, mengaku akan merancang aksi lebih besar.

“Pada aksi protes berikutnya, kami akan berada di kantor Google dan YouTube di seluruh dunia. Kami mencari cara untuk melarang film ini. Kami akan terus menggelar aksi protes, sampai film ini dilarang beredar. Ini bukan kebebasan berekspresi, ini adalah penghinaan pada Nabi Muhammad SAW dan hal ini tidak boleh dibiarkan,” tandas Alam.

Aksi demo di depan kantor pusat Google ini adalah aksi demo ketiga yang dilakukan umat muslim Eropa dalam kurun satu bulan terakhir. Sebelumnya, aksi demo juga dilakukan di depan Kedutaan Besar Amerika di London

Beberapa ulama dengan menggunakan bahasa Arab, Urdu, dan Inggris melakukan orasi di depan puluhan ribu peserta demo. Mereka mendesak umat Islam di seluruh dunia agar tak gentar dalam menghadapi keengganan Google menghapus film 'The Innocence Muslim'.

Salah satu pembicara, Sheikh Al-Faiz Aqtab Siddiqui, mengatakan, bentuk terorisme bukan hanya pembunuhan fisik, tapi juga pembunuhan perasaan. "Terorisme bukan hanya dilakukan orang-orang yang membunuh tubuh manusia, namun juga yang membunuh perasaan manusia. Seperti pembuat film ini, yang telah meneror 1,6 miliar orang muslim di seluruh dunia,” kata Siddiqui.

Menurutnya, perusahaan seperti Google merupakan pemain kunci dan harus mengambil tanggung jawab untuk kebebasan berekspresi. “Anda tidak bisa hanya mengatakan tidak peduli soal kebebasan berbicara. Ini sudah bentuk anarki," lanjutnya.
(esn)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
25 menit yang lalu
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
54 menit yang lalu
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
1 jam yang lalu
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
1 jam yang lalu
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
3 jam yang lalu
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
4 jam yang lalu
Infografis
Google Mulai Kiamat?...
Google Mulai Kiamat? 10 Mesin Pencari Ini Siap Gantikan Tahta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved