Mantan Presiden Yaman tewas ditembak
Sabtu, 06 Oktober 2012 - 19:14 WIB
Mantan Presiden Yaman tewas ditembak
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh dilaporkan tewas setelah diserang sejumlah pria bersejata di luar ibukota Sanaa
Seperti diberitakan mengutip Xinhua, Sabtu (6/10/2012) Ali yang menjabat Pimpinan General People's Congress (GPC) Ziyad al-Qadhi dan tiga pengawalnya dicegat kemudian ditembak mati oleh pria bersenjata di pinggiran jalan Kota Bani Hishaish pada Jumat malam 5 Oktober 2012.
Insiden itu terjadi sepekan setelah empat pejabat Partai GPC diberitakan tewas dalam penyergapan serupa di luar Sanaa.
Sampai berita ini diturunkan GPC tidak menyalahkan kelompok manapun atas aksi penyerangan ini. GPC juga tidak mengatakan apakah para pejabat yang menjadi sasaran karena afiliasi partai mereka.
Seperti diketahui sebelumnya saat ini Yaman berada dalam proses transisi politik setelah Ali Abdullah Saleh mengundurkan diri November lalu. Keputusan pengunduran diri presiden yang telah berkuasa selama 33 tahun tersebut dilakukan secara damai dan didukung oleh PBB.
Abdullah Saleh menandatangani kesepakatan mundur dengan syarat bebas dari tuntutan ditengahi oleh Saudi dan dipimpin negara-negara Teluk di ibukota Arab Saudi, Riyadh. Sementara itu puluhan ribu penduduk Yaman telah mengelar aksi protes menutut Saleh mundur selama berbulan-bulan.
Tetapi penduduk Yaman memprotes dan menolak kesepakatan yang membuat presiden kebal dari hukum. Jika Saleh kebal hukum maka perjuangan ribuan penduduk Yaman yang tewas dalam aksi demonstrasi menjadi sia-sia.
Berdasarkan kesepakatan mundur tersebut, wakilnya Abd-Rabbu Mansour Hadi mengambil alih jabatan tersebut selama dua tahun untuk mengawasi pembentukan konstitusi baru.
Setelah mundur dari jabatanya Saleh, tetap menjabat menjadi kepala GPC, partai yang masih mempertahankan separuh kursi di pemerintahan nasional sementara.
Seperti diberitakan mengutip Xinhua, Sabtu (6/10/2012) Ali yang menjabat Pimpinan General People's Congress (GPC) Ziyad al-Qadhi dan tiga pengawalnya dicegat kemudian ditembak mati oleh pria bersenjata di pinggiran jalan Kota Bani Hishaish pada Jumat malam 5 Oktober 2012.
Insiden itu terjadi sepekan setelah empat pejabat Partai GPC diberitakan tewas dalam penyergapan serupa di luar Sanaa.
Sampai berita ini diturunkan GPC tidak menyalahkan kelompok manapun atas aksi penyerangan ini. GPC juga tidak mengatakan apakah para pejabat yang menjadi sasaran karena afiliasi partai mereka.
Seperti diketahui sebelumnya saat ini Yaman berada dalam proses transisi politik setelah Ali Abdullah Saleh mengundurkan diri November lalu. Keputusan pengunduran diri presiden yang telah berkuasa selama 33 tahun tersebut dilakukan secara damai dan didukung oleh PBB.
Abdullah Saleh menandatangani kesepakatan mundur dengan syarat bebas dari tuntutan ditengahi oleh Saudi dan dipimpin negara-negara Teluk di ibukota Arab Saudi, Riyadh. Sementara itu puluhan ribu penduduk Yaman telah mengelar aksi protes menutut Saleh mundur selama berbulan-bulan.
Tetapi penduduk Yaman memprotes dan menolak kesepakatan yang membuat presiden kebal dari hukum. Jika Saleh kebal hukum maka perjuangan ribuan penduduk Yaman yang tewas dalam aksi demonstrasi menjadi sia-sia.
Berdasarkan kesepakatan mundur tersebut, wakilnya Abd-Rabbu Mansour Hadi mengambil alih jabatan tersebut selama dua tahun untuk mengawasi pembentukan konstitusi baru.
Setelah mundur dari jabatanya Saleh, tetap menjabat menjadi kepala GPC, partai yang masih mempertahankan separuh kursi di pemerintahan nasional sementara.
(aww)