Parlemen Turki izinkan aksi militer ke Suriah
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 16:49 WIB
Parlemen Turki izinkan aksi militer ke Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Parlemen Turki membuka pintu bagi pemerintah Turki untuk melancarkan serangan militer melintasi perbatasan ke Suriah. Keputusan ini didasari adanya ancaman terhadap keamanan nasional atas serangan mortir yang dilakukan oleh militer Suriah, Rabu (3/10) lalu.
Perdana Menteri Turki, Recep Tayyeb Erdogan, mengatakan, negaranya tidak berniat untuk berperang dengan Suriah. “Tapi, kami harus mampu membela rakyat dan wilayah perbatasan," kata Erdogan.
Seperti diberitakan Radio Australia, Jumat (5/10/2012), Erdogan menyatakan kalau keputusan parlemen itu dimaksudkan untuk menekan Suriah. Sebelumnya, keputusan yang berlaku selama 12 bulan ke depan tersebut, sempat ditentang oleh Partai oposisi Republikan Turki.
Pemerintah Turki sebelumnya juga telah berjanji tidak akan melancarkan intervensi sepihak pada Suriah. Disamping itu, pemerintah Turki juga tidak mendapat dukungan kuat dari PBB dan NATO untuk menyerang Suriah. PBB dan NATO malah meminta Turki untuk menahan diri atas serangan yang dilakukan Suriah.
Langkah parlemen Turki dibenarkan oleh Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague. "Ini jelas merupakan sesuatu yang sama sakali tidak dapat diterima, bukan hanya di Turki, tapi di komunitas internasional secara keseluruhan," kata Hague
Hague menilai langkah ini penting dilakukan. Pemerintah Suriah harus memastikan insiden seperti itu tidak akan terulang kembali.
Perdana Menteri Turki, Recep Tayyeb Erdogan, mengatakan, negaranya tidak berniat untuk berperang dengan Suriah. “Tapi, kami harus mampu membela rakyat dan wilayah perbatasan," kata Erdogan.
Seperti diberitakan Radio Australia, Jumat (5/10/2012), Erdogan menyatakan kalau keputusan parlemen itu dimaksudkan untuk menekan Suriah. Sebelumnya, keputusan yang berlaku selama 12 bulan ke depan tersebut, sempat ditentang oleh Partai oposisi Republikan Turki.
Pemerintah Turki sebelumnya juga telah berjanji tidak akan melancarkan intervensi sepihak pada Suriah. Disamping itu, pemerintah Turki juga tidak mendapat dukungan kuat dari PBB dan NATO untuk menyerang Suriah. PBB dan NATO malah meminta Turki untuk menahan diri atas serangan yang dilakukan Suriah.
Langkah parlemen Turki dibenarkan oleh Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague. "Ini jelas merupakan sesuatu yang sama sakali tidak dapat diterima, bukan hanya di Turki, tapi di komunitas internasional secara keseluruhan," kata Hague
Hague menilai langkah ini penting dilakukan. Pemerintah Suriah harus memastikan insiden seperti itu tidak akan terulang kembali.
(aww)