Rusia terkejut, Turki & Suriah saling serang
Kamis, 04 Oktober 2012 - 20:12 WIB
Rusia terkejut, Turki & Suriah saling serang
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengaku terkejut atas serangan yang terjadi di wilayah perbatasan Suriah dan Turki. Lavrov menghimbau kedua belah pihak untuk bisa menahan diri.
"Kejadian seperti ini seharusnya tidak terjadi," ungkap Lavrov seperti diberitakan Xinhua, Kamis (4/10/2012).
Pagi ini, militer Turki kembali melancarkan serangan ke Distrik Tel Abyad, dekat perbatasan Suriah. Serangan tersebut merupakan serangan balasan lanjutan dari militer Turki atas serangan mortir tentara Suriah ke kota Akcakale, Turki, Rabu kemarin.
Dalam kesempatan tersebut, Lavrov juga mengungkapkan rasa keprihatinannya soal pernyataan yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Moualem dalam sidang Majelis Umum PBB. Di kesempatan itu, al-Moualem menyebut negara-negara Barat telah mengintervensi Suriah.
Lavrov juga mengutuk tindakan pelanggaran kedaulatan suatu negara yang dilakukan oleh suatu negara lain. "Kita tidak bisa menutup mata atas berbagai masalah yang terjadi di Suriah," ungkap Lavrov.
Pernyataan tersebut disampaikan Lavrov usai mengelar pertemuan dengan menteri Luar Negeri Pakistan, Hina Rababni Khar di Islamabad. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat hubungan bilateral dalam beberapa bidang.
"Kejadian seperti ini seharusnya tidak terjadi," ungkap Lavrov seperti diberitakan Xinhua, Kamis (4/10/2012).
Pagi ini, militer Turki kembali melancarkan serangan ke Distrik Tel Abyad, dekat perbatasan Suriah. Serangan tersebut merupakan serangan balasan lanjutan dari militer Turki atas serangan mortir tentara Suriah ke kota Akcakale, Turki, Rabu kemarin.
Dalam kesempatan tersebut, Lavrov juga mengungkapkan rasa keprihatinannya soal pernyataan yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Moualem dalam sidang Majelis Umum PBB. Di kesempatan itu, al-Moualem menyebut negara-negara Barat telah mengintervensi Suriah.
Lavrov juga mengutuk tindakan pelanggaran kedaulatan suatu negara yang dilakukan oleh suatu negara lain. "Kita tidak bisa menutup mata atas berbagai masalah yang terjadi di Suriah," ungkap Lavrov.
Pernyataan tersebut disampaikan Lavrov usai mengelar pertemuan dengan menteri Luar Negeri Pakistan, Hina Rababni Khar di Islamabad. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat hubungan bilateral dalam beberapa bidang.
(aww)