Pengadilan Filipina keluarkan surat penangkapan Arroyo
Kamis, 04 Oktober 2012 - 19:53 WIB
Pengadilan Filipina keluarkan surat penangkapan Arroyo
A
A
A
Sindonews.com - Pengadilan Anti korupsi Sandiganbayan, Filipina mengeluarkan surat penangkapan atas mantan Presiden Filipina Gloria Macapagal-Arroyo. Seperti diberitakan Xinhua, Kamis (4/10/2012), Juru Bicara Kepala Kepolisian Nasional Filipina, Jendral Generoso Cerbo mengatakan bahwa badan deteksi dan Investigasi Kriminal telah melayangkan surat perintah penangkapan kepada mantan Presiden Filipina pukul 4 sore.
Dengan adanya perintah penangkapan ini, Arroyo yang saat ini masih menderita penyakit akut di bagian lehernya, kemungkinan akan kembali ditahan. Seperti diberitakan ABCnet, penangkapan Arroyo didasari pada tuduhan korupsi dan penyalahgunaan dana negara sebesar USD 9 juta.
Pengacara Arroyo, Anacleto Diaz, mengatakan, klienya sangat terkejut dengan perintah penangkapan tersebut. Diaz mengatakan, perintah penahanan terhadap kliennya sangat lemah. "Dia kecewa dan sangat sedih," ungkap Diaz.
Sementara itu, Lawyers League for a Better Philippines menyerukan proses hukum dan peradilan yang adil bagi Arroyo. Oliver Lozano, presiden Liga, mengatakan, Arroyo seharusnya bebas.
"Tidak diragukan lagi, di bawah Konstitusi dan hukum Filipina, dia dianggap tidak bersalah sampai bukti yang menyatakan bahwa ia bersalah ditemukan," ungkap Lozano.
Dengan adanya perintah penangkapan ini, Arroyo yang saat ini masih menderita penyakit akut di bagian lehernya, kemungkinan akan kembali ditahan. Seperti diberitakan ABCnet, penangkapan Arroyo didasari pada tuduhan korupsi dan penyalahgunaan dana negara sebesar USD 9 juta.
Pengacara Arroyo, Anacleto Diaz, mengatakan, klienya sangat terkejut dengan perintah penangkapan tersebut. Diaz mengatakan, perintah penahanan terhadap kliennya sangat lemah. "Dia kecewa dan sangat sedih," ungkap Diaz.
Sementara itu, Lawyers League for a Better Philippines menyerukan proses hukum dan peradilan yang adil bagi Arroyo. Oliver Lozano, presiden Liga, mengatakan, Arroyo seharusnya bebas.
"Tidak diragukan lagi, di bawah Konstitusi dan hukum Filipina, dia dianggap tidak bersalah sampai bukti yang menyatakan bahwa ia bersalah ditemukan," ungkap Lozano.
(aww)