Serangan Turki ke Suriah berlanjut
Kamis, 04 Oktober 2012 - 17:40 WIB
Serangan Turki ke Suriah berlanjut
A
A
A
Sindonews.com - Militer Turki pada Kamis (4/10/2012) pagi waktu setempat kembali melancarkan serangan ke Distrik Tel Abyad, dekat perbatasan Suriah, seperti dilansir Todayzaman.
Belum diketahui pasti berapa korban tewas dalam serangan ini, namun diyakini beberapa tentara Suriah yang menjaga di pos militer di Tel Abyad tewas.
Serangan ini merupakan lanjutan dari serangan balasan militer Turki atas serangan mortir tentara Suriah ke kota Akcakale, Turki, Rabu (3/10). Lima orang penduduk sipil diberitakan tewas akibat serangan tersebut, sementara lebih dari sepuluh orang menderita luka-luka.
Sementara itu, Perdana Menteri Turki, Recep Tayyeb Erdogan dalam sebuah pernyataan mengatakan, militer Turki yang berada di wilayah perbatasan melakukan tanggapan atas serangan yang terdeteksi oleh radar. Sebelumnya, Suriah dan Turki sudah menjalin kesepakatan soal serangan bersenjata. Namun, kesepakatan ini tak membahas soal pertikaian di Distrik Tel Abyad.
Dalam pernyataan tersebut, Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu lantas menghubungi Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen, Sekjen PBB Ban Ki-moon, dan utusan khusus PBB dan Liga Arab untuk Suriah, Lakhdar Brahim.
"Turki akan merespon serangan singkat yang dilakukan oleh rezim Suriah dan ini sesuai dengan kerangka perjanjian dan hukum internasional," ungkap Davutoglu dalam pernyataan tersebut.
Sebelumnya, Gubernur Provinsi Sanliurfa, Turki, Celalettin Guvenc, melaporkan tiga atau empat artileri Suriah mendarat di wilayah Akcakale, Provinsi Sanliurfa.
Guvenc mengatakan, salah satu artileri tersebut menghantam rumah penduduk dan menewaskan seorang ibu dan empat orang anaknya. Sementara itu, 10 orang dilaporkan menderita luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis. Guna mengamankan penduduk lainnya, pemerintah setempat terpaksa mengevakuasi 30 warga lain di wilayah tersebut.
Belum diketahui pasti berapa korban tewas dalam serangan ini, namun diyakini beberapa tentara Suriah yang menjaga di pos militer di Tel Abyad tewas.
Serangan ini merupakan lanjutan dari serangan balasan militer Turki atas serangan mortir tentara Suriah ke kota Akcakale, Turki, Rabu (3/10). Lima orang penduduk sipil diberitakan tewas akibat serangan tersebut, sementara lebih dari sepuluh orang menderita luka-luka.
Sementara itu, Perdana Menteri Turki, Recep Tayyeb Erdogan dalam sebuah pernyataan mengatakan, militer Turki yang berada di wilayah perbatasan melakukan tanggapan atas serangan yang terdeteksi oleh radar. Sebelumnya, Suriah dan Turki sudah menjalin kesepakatan soal serangan bersenjata. Namun, kesepakatan ini tak membahas soal pertikaian di Distrik Tel Abyad.
Dalam pernyataan tersebut, Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu lantas menghubungi Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen, Sekjen PBB Ban Ki-moon, dan utusan khusus PBB dan Liga Arab untuk Suriah, Lakhdar Brahim.
"Turki akan merespon serangan singkat yang dilakukan oleh rezim Suriah dan ini sesuai dengan kerangka perjanjian dan hukum internasional," ungkap Davutoglu dalam pernyataan tersebut.
Sebelumnya, Gubernur Provinsi Sanliurfa, Turki, Celalettin Guvenc, melaporkan tiga atau empat artileri Suriah mendarat di wilayah Akcakale, Provinsi Sanliurfa.
Guvenc mengatakan, salah satu artileri tersebut menghantam rumah penduduk dan menewaskan seorang ibu dan empat orang anaknya. Sementara itu, 10 orang dilaporkan menderita luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis. Guna mengamankan penduduk lainnya, pemerintah setempat terpaksa mengevakuasi 30 warga lain di wilayah tersebut.
(aww)