Dua reaktor Korsel dimatikan
Rabu, 03 Oktober 2012 - 08:28 WIB
Dua reaktor Korsel dimatikan
A
A
A
Sindonews.com - Dua reaktor nuklir Korea Selatan (Korsel) berkekuatan 1.000 megawatt dimatikan kemarin karena kerusakan sistem.
Korea Hydro and Nuclear Power (KHNP) yang mengelola dua reaktor itu menyatakan tidak ada bahaya kebocoran radiasi di kedua reaktor yang berada di Yeonggwang, pantai barat daya dan Shingori,pantai sebelah tenggara.
”Tidak ada kaitan antara dua insiden itu,” paparnya. Reaktor nuklir di Shingori, dekat Kota Busan, dimatikan setelah muncul sinyal peringatan pada pukul 08.10 waktu setempat.
“Ada kerusakan di batang kendali reaktor,namun reaktor kini stabil tanpa adanya bahaya kebocoran radiasi,” ungkap juru bicara KHNP, dikutip AFP.
Ini merupakan pertama kali reaktor itu dimatikan sejak mulai beroperasi Februari tahun lalu. Insiden lain terjadi dua setengah jam kemudian di reaktor Yeonggwang, sekitar 156 mil selatan Seoul.Pejabat Korsel mengungkapkan, bahwa masalahnya ada pada tingkat air yang rendah dalam generator uap.
Seoul mengoperasikan 23 pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang memenuhi lebih dari 35% kebutuhan listrik di seluruh Korsel. Sebanyak 16 reaktor nuklir lainnya akan beroperasi pada 2030.
Dalam insiden di Yeonggwang, reaktor otomatis nonaktif setelah terjadi kerusakan pompa pasokan air.
Korea Hydro and Nuclear Power (KHNP) yang mengelola dua reaktor itu menyatakan tidak ada bahaya kebocoran radiasi di kedua reaktor yang berada di Yeonggwang, pantai barat daya dan Shingori,pantai sebelah tenggara.
”Tidak ada kaitan antara dua insiden itu,” paparnya. Reaktor nuklir di Shingori, dekat Kota Busan, dimatikan setelah muncul sinyal peringatan pada pukul 08.10 waktu setempat.
“Ada kerusakan di batang kendali reaktor,namun reaktor kini stabil tanpa adanya bahaya kebocoran radiasi,” ungkap juru bicara KHNP, dikutip AFP.
Ini merupakan pertama kali reaktor itu dimatikan sejak mulai beroperasi Februari tahun lalu. Insiden lain terjadi dua setengah jam kemudian di reaktor Yeonggwang, sekitar 156 mil selatan Seoul.Pejabat Korsel mengungkapkan, bahwa masalahnya ada pada tingkat air yang rendah dalam generator uap.
Seoul mengoperasikan 23 pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang memenuhi lebih dari 35% kebutuhan listrik di seluruh Korsel. Sebanyak 16 reaktor nuklir lainnya akan beroperasi pada 2030.
Dalam insiden di Yeonggwang, reaktor otomatis nonaktif setelah terjadi kerusakan pompa pasokan air.
(aww)