Diintervensi 5 negara, Suriah meradang
Selasa, 02 Oktober 2012 - 16:20 WIB
Diintervensi 5 negara, Suriah meradang
A
A
A
Sindonews.com - Suriah menuduh Amerika Serikat (AS), Prancis, Qatar, Arab Saudi dan Turki telah melakukan pembajakan atas Suriah selama 18 bulan. Mereka memberikan senjata, uang dan pejuang asing untuk mendukung kelompok pemberontak pendukung demokrasi di Suriah.
Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Moualem dalam sidang Majelis Umum PBB mengatakan seruan mundur bagi Presiden Suriah Bashar al-Assad mencerminkan internvensi nyata atas urusan dalam negeri Suriah, persatuan rakyat serta kedaulatan nasional Suriah.
"Qatar, Arab Saudi, Turki, Amerika Serikat, dan Prancis terang terangan mendorong dan mendukung terorisme di Suriah dengan uang, senjata dan pejuang asing." al-Moualem seperti diberitakan Haaretz, Selasa (2/10/2012).
Al-Moualem mengatakan dengan mengunakan dalih tanggung jawab untuk melindungi, mereka telah menabuh genderang perang, menghasut, menyebar kerusuhan dan merusak struktur masyarakat nasional Suriah.
Ungkapan al-Moualem merujuk pada sebuah konsep tentang tanggung jawab pemerintah untuk melindungi warga sipil yang semakin populer dikalangan diplomat dan akademisi barat. Dimana konsep yang sama pernah digunakan untuk membenarkan intervensi di Libya.
"Hal terburuk adalah melihat semua anggota tetap dewan keamanan PBB, meluncurkan pernyataan perang dengan dalih memerangi terorisme, dan sekaran mendukung aksi terorisme di Suriah," ungkap al-Moualem
Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Moualem dalam sidang Majelis Umum PBB mengatakan seruan mundur bagi Presiden Suriah Bashar al-Assad mencerminkan internvensi nyata atas urusan dalam negeri Suriah, persatuan rakyat serta kedaulatan nasional Suriah.
"Qatar, Arab Saudi, Turki, Amerika Serikat, dan Prancis terang terangan mendorong dan mendukung terorisme di Suriah dengan uang, senjata dan pejuang asing." al-Moualem seperti diberitakan Haaretz, Selasa (2/10/2012).
Al-Moualem mengatakan dengan mengunakan dalih tanggung jawab untuk melindungi, mereka telah menabuh genderang perang, menghasut, menyebar kerusuhan dan merusak struktur masyarakat nasional Suriah.
Ungkapan al-Moualem merujuk pada sebuah konsep tentang tanggung jawab pemerintah untuk melindungi warga sipil yang semakin populer dikalangan diplomat dan akademisi barat. Dimana konsep yang sama pernah digunakan untuk membenarkan intervensi di Libya.
"Hal terburuk adalah melihat semua anggota tetap dewan keamanan PBB, meluncurkan pernyataan perang dengan dalih memerangi terorisme, dan sekaran mendukung aksi terorisme di Suriah," ungkap al-Moualem
(aww)