Ditentang warga, 6 pesawat Osprey mendarat di Okinawa
Senin, 01 Oktober 2012 - 12:55 WIB
Ditentang warga, 6 pesawat Osprey mendarat di Okinawa
A
A
A
Sindonews.com - Pagi ini enam pesawat militer MV-22 Osprey mendarat di pangkalan udara Amerika Serikat (AS) di Futenma, Okinawa, Jepang Selatan.
Seperti diberitakan RIA Novosti, Senin (1/10/2012) meskipun kedatangan sejumlah pesawat ini ditentang oleh penduduk Okinawa, hari ini enam pesawat diberangkatkan dari pangkalan udara Iwakuni di Yamaguchi.
September lalu, Pemerintah Jepang dan AS sepakat untuk menempatkan 24 pesawat tersebut di Jepang. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap MV-22 Osprey, pesawat ini tidak menimbulkan dampak khusus bagi penduduk lokal.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, MV-22 Osprey akan terbang pada ketinggian 500 kaki dan tidak diizinkan untuk melintasi pemukiman penduduk.
MV-22 Osprey merupakan pesawat hibrida yang dilengkapi motor yang mampu terbang seperti helikopter dan mesin yang mampu miring ke depan. Pesawat ini memiliki kemampuan terbang lebih cepat dari helikopter umumnya, tetapi pesawat ini memiliki catatan keselamatan yang buruk.
Pesawat ini mulai diproduksi pada tahun 90-an, sayangnya pesawat ini bermasalah. “Kami tidak akan tinggal di sini jika pesawat tersebut datang, hidup kami dalam bahaya bila tetap tinggal disini," ungkap seorang demonstran.
Sebelumnya, pada Minggu, 30 September kemarin warga Okinawa menggelar demonstrasi di luar Futenma menentang penempatan pesawat Osprey.
Mereka menuntut pemerintah Jepang melarang masuknya pesawat Osprey ke pangkalan AS. Para demonstran menilai Osprey akan menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga sipil.
Seperti diberitakan RIA Novosti, Senin (1/10/2012) meskipun kedatangan sejumlah pesawat ini ditentang oleh penduduk Okinawa, hari ini enam pesawat diberangkatkan dari pangkalan udara Iwakuni di Yamaguchi.
September lalu, Pemerintah Jepang dan AS sepakat untuk menempatkan 24 pesawat tersebut di Jepang. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap MV-22 Osprey, pesawat ini tidak menimbulkan dampak khusus bagi penduduk lokal.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, MV-22 Osprey akan terbang pada ketinggian 500 kaki dan tidak diizinkan untuk melintasi pemukiman penduduk.
MV-22 Osprey merupakan pesawat hibrida yang dilengkapi motor yang mampu terbang seperti helikopter dan mesin yang mampu miring ke depan. Pesawat ini memiliki kemampuan terbang lebih cepat dari helikopter umumnya, tetapi pesawat ini memiliki catatan keselamatan yang buruk.
Pesawat ini mulai diproduksi pada tahun 90-an, sayangnya pesawat ini bermasalah. “Kami tidak akan tinggal di sini jika pesawat tersebut datang, hidup kami dalam bahaya bila tetap tinggal disini," ungkap seorang demonstran.
Sebelumnya, pada Minggu, 30 September kemarin warga Okinawa menggelar demonstrasi di luar Futenma menentang penempatan pesawat Osprey.
Mereka menuntut pemerintah Jepang melarang masuknya pesawat Osprey ke pangkalan AS. Para demonstran menilai Osprey akan menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga sipil.
(aww)