Palestina kembali ajukan keanggotaan di PBB
Jum'at, 28 September 2012 - 10:07 WIB
Palestina kembali ajukan keanggotaan di PBB
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Palestina, Mahmoud Abbas meminta pembaharuan status Palestina dalam Sidang Majelis Umum PBB, di New York, Amerika Serikat (AS).
Abbas kembali menyoroti status Palestina di PBB, dengan mengatakan bahwa dia akan terus mengupayakan keanggotaan penuh Palestina di PBB.
Tetapi, Abbas mengatakan sebuah negosiasi dengan organisasi regional dan negara anggota PBB yang bertujuan mengadopsi sebuah resolusi untuk membuat Palestina sebagai sebuah negara non-anggota PBB dalam sidang umum kali ini.
Assad menambahkan dalam usaha unutk mendapatkan keanggotaan di PBB kami tidak berusaha mendelegitimasi sebuah negara yang ada yaitu Israel, melainkan menegaskan negara yang harus direalisasikan yaitu Palestina.
Saat ini, Organisasi Pembebasan Palestina, PLO, hanya bersatus sebagai pengamat permanen. Sementara tahun lalu kami kurang dukungan untuk mendapatkan keanggotaan penuh di PBB. Namun, Palestina diterima menjadi anggota badan kebudayaan PBB, Unesco, dan mendapat penentangan dari Israel dan Amerika Serikat.
Abbas menegaskan dengan adanya perubahan status Palestina bisa terlibat dalam perdebatan dalam Sidang Umum PBB. Serta meningkatkan peluang Palestina bergabung dengan sejumlah badan PBB dan Mahkamah Kriminal Internasional.
Dalam pidatonya Abbas juga mengecam pembangunan Israel di sekitar Yerusalem Timur. ''Ini adalah kampanye pembersihan etnis terhadap rakyat Palestina dengan cara menghancurkan rumah mereka," tegas Abbas seperti diberitakan BBC.co.uk, Jumat (28/9/2012).
Abbas kembali menyoroti status Palestina di PBB, dengan mengatakan bahwa dia akan terus mengupayakan keanggotaan penuh Palestina di PBB.
Tetapi, Abbas mengatakan sebuah negosiasi dengan organisasi regional dan negara anggota PBB yang bertujuan mengadopsi sebuah resolusi untuk membuat Palestina sebagai sebuah negara non-anggota PBB dalam sidang umum kali ini.
Assad menambahkan dalam usaha unutk mendapatkan keanggotaan di PBB kami tidak berusaha mendelegitimasi sebuah negara yang ada yaitu Israel, melainkan menegaskan negara yang harus direalisasikan yaitu Palestina.
Saat ini, Organisasi Pembebasan Palestina, PLO, hanya bersatus sebagai pengamat permanen. Sementara tahun lalu kami kurang dukungan untuk mendapatkan keanggotaan penuh di PBB. Namun, Palestina diterima menjadi anggota badan kebudayaan PBB, Unesco, dan mendapat penentangan dari Israel dan Amerika Serikat.
Abbas menegaskan dengan adanya perubahan status Palestina bisa terlibat dalam perdebatan dalam Sidang Umum PBB. Serta meningkatkan peluang Palestina bergabung dengan sejumlah badan PBB dan Mahkamah Kriminal Internasional.
Dalam pidatonya Abbas juga mengecam pembangunan Israel di sekitar Yerusalem Timur. ''Ini adalah kampanye pembersihan etnis terhadap rakyat Palestina dengan cara menghancurkan rumah mereka," tegas Abbas seperti diberitakan BBC.co.uk, Jumat (28/9/2012).
(aww)