Dalam rapat PBB, Hillary asyik menggambar
Kamis, 27 September 2012 - 18:30 WIB
Dalam rapat PBB, Hillary asyik menggambar
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton tertangkap basah sedang asik membuat gambar di halaman pernyataan pemerintahnya.
Polah isteri mantan Presiden AS Bill Clinton ini dilakukan dalam pertemuan Dewan Keamanan Majelis Umum PBB ke-67 di markas PBB New York. Pertemuan ini membahas berbagai isu penting di dunia, termasuk situasi di Suriah dan keamanan global, yang menuntut perwakilan negara untuk tetap fokus.
Seperti diberitakan Dailymail, Kamis (27/9/2012), dengan mengunakan pulpen bertinta biru Hillary mengambar sebuah bintang, sekelompok lingkaran yang membentuk segitiga geometris, dan sebuah coretan membentuk lingkaran pada sisi kosong bagian bawah halaman pernyataan yang berukuran 8 ½ x 11-inch.
Menurut New York Times, dalam kesempatan tersebut Menlu AS menyampaikan sebuah pernyataan baru terkait penyerangan Konsulat AS di Benghazi, Libya. Hillary mengatakan ada keterkaitan antara kelompok Alqaeda di Afrika Utara dan serangan Konsulat AS di Benghazi, Libya.
Tapi Hillary bukanlah satu-satunya politisi tingkat tinggi yang menggoreskan tinta penanya di atas kertas dengan cara yang artistik.
Sebelumnya, tahun 1981 Presiden Ronald Reagan pernah melakukan hal serupa dalam sebuah KTT Ottawa, pertemuan tujuh pemimpin negara terkaya dunia.
Saat itu raut muka Reagan terkesan marah saat menulis dalam catatannya. Sejumlah peserta lain yang mengikuti pertemuan tersebut mengasumsikan Reagan sedang mengubah poin pembicaraan, tapi sebenarnya ia sedang mengambar: kepala, mata dan anggota tubuh.
Coretan tangan Reagan ternyata dikantongi oleh Perdana Menteri Inggris saat itu, Margaret Thatcher, yang bertindak sebagai perwakilan Inggris dalam pertemuan itu duduk di samping Reagan. Thatcher mengambil lembaran pemimpin dari Partai Republik itu saat sesi istirahat.
Polah isteri mantan Presiden AS Bill Clinton ini dilakukan dalam pertemuan Dewan Keamanan Majelis Umum PBB ke-67 di markas PBB New York. Pertemuan ini membahas berbagai isu penting di dunia, termasuk situasi di Suriah dan keamanan global, yang menuntut perwakilan negara untuk tetap fokus.
Seperti diberitakan Dailymail, Kamis (27/9/2012), dengan mengunakan pulpen bertinta biru Hillary mengambar sebuah bintang, sekelompok lingkaran yang membentuk segitiga geometris, dan sebuah coretan membentuk lingkaran pada sisi kosong bagian bawah halaman pernyataan yang berukuran 8 ½ x 11-inch.
Menurut New York Times, dalam kesempatan tersebut Menlu AS menyampaikan sebuah pernyataan baru terkait penyerangan Konsulat AS di Benghazi, Libya. Hillary mengatakan ada keterkaitan antara kelompok Alqaeda di Afrika Utara dan serangan Konsulat AS di Benghazi, Libya.
Tapi Hillary bukanlah satu-satunya politisi tingkat tinggi yang menggoreskan tinta penanya di atas kertas dengan cara yang artistik.
Sebelumnya, tahun 1981 Presiden Ronald Reagan pernah melakukan hal serupa dalam sebuah KTT Ottawa, pertemuan tujuh pemimpin negara terkaya dunia.
Saat itu raut muka Reagan terkesan marah saat menulis dalam catatannya. Sejumlah peserta lain yang mengikuti pertemuan tersebut mengasumsikan Reagan sedang mengubah poin pembicaraan, tapi sebenarnya ia sedang mengambar: kepala, mata dan anggota tubuh.
Coretan tangan Reagan ternyata dikantongi oleh Perdana Menteri Inggris saat itu, Margaret Thatcher, yang bertindak sebagai perwakilan Inggris dalam pertemuan itu duduk di samping Reagan. Thatcher mengambil lembaran pemimpin dari Partai Republik itu saat sesi istirahat.
(aww)