Tabrak polisi sampai tewas, cucu pendiri Red Bull bayar Rp 933 juta

Kamis, 27 September 2012 - 18:25 WIB
Tabrak polisi sampai...
Tabrak polisi sampai tewas, cucu pendiri Red Bull bayar Rp 933 juta
A A A
Sindonews.com - Vorayuth Yoovidhya, cucu pendiri perusahaan minuman energi, Red Bull, membayar mahal atas ulahnya yang menyebabkan orang lain tewas. Dia harus merogoh 3 juta baht atau sekira Rp 933 juta (1 baht = Rp 311) pada saudara korban yang tewas dalam insiden tabrak lari, 3 September lalu.

Letnan Kolonel Viradon Thubthimdee mengatakan, awal pekan lalu, uang tersebut diberikan oleh keluarga Vorayuth Yoovidhya pada keluarga Wichian sebagai bentuk kesepakatan untuk menghindari gugatan perdata terhadap Vorayuth.

"Kita kadang menyebut uang tersebut sebagai biaya pemakaman. Jika keluarga korban merasa puas dengan sejumlah uang kompensasi yang diberikan maka mereka tidak akan meminta kompensasi melalui pihak pengadilan,"ungkap Thubthimdee seperti dilansir Dailymail, Kamis (27/9/2012).

Walau bagaimanapun, uang tersebut tidak akan melindungi Vorayuth dari tuntutan pidana 10 tahun dan denda sebesar 20.000 bath atau sekitar USD 666 karena lalai dalam mengemudi dan melarikan diri setelah menabrak Mayor Sersan Wichian Klanprasert.

Mayor Sersan Wichian Klanprasert adalah seorang petugas polisi yang kala itu sedang dalam perjalanan untuk merespons laporan perampokan. Dia tewas akibat ditabrak Ferrari hitam yang dikemudikan Vorayuth, 27, atau yang dikenal dengan julukan ’’Bos”.

Pembayaran tersebut nampaknya tidak bisa memadamkan kemarahan publik atas tindakan Vorayuth yang telah membuat mayat polisi malang itu terseret sekitar 200 meter oleh Ferrari yang dia kendarai. Wichian sendiri meninggal akibat mengalami patah di bagian leher dan beberapa bagian lainnya. "Uang 3 juta baht adalah jumlah yang kecil...bagaimana mungkin sebuah mobil sport dihargai lebih mahal dari nyawa manusia,"komentar publik Thailand dalam pantip.com.

’’Ferrari hitam Vorayuth bernilai sekitar 30 juta baht (USD 1 juta) itu seharusnya dijual dan uang penjualannya ditambahkan dalam uang kompensasi."

Kasus ini menjadi sorotan masyarakat Thailand karena melibatkan keluarga nomor 4 terkaya di Thailand versi majalah Forbes. Saat ini, penyidik ​​sedang menunggu hasil tes forensik sebelum menambahkan tuduhan lain terhadap Vorayuth yang mengebut, mengemudi dalam keadaan mabuk, dan penggunaan narkoba.
(aww)
Berita Terkait
Siapa Sirikit? Ibu Suri...
Siapa Sirikit? Ibu Suri Thailand yang Bergaya Hidup Glamor dan Dipuja Rakyatnya
Bagaimana Thailand Menjadi...
Bagaimana Thailand Menjadi Negara Sakit di Asia?
Pendukung Raja Thailand...
Pendukung Raja Thailand Tolak Reformasi Konstitusi
Experience Thailand...
Experience Thailand 2026 Jadi Ajang Promosi Produk Thailand di Tengah Ketatnya Pasar Impor Indonesia
Bentrok Terparah Pecah...
Bentrok Terparah Pecah di Thailand, Lebih dari 41 Demonstran Terluka
Lagu Mother of the Land...
Lagu Mother of the Land dan The Delicate Hand Didedikasikan untuk Mendiang Ratu Sirikit
Berita Terkini
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
25 menit yang lalu
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
53 menit yang lalu
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
1 jam yang lalu
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
2 jam yang lalu
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
2 jam yang lalu
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
7 jam yang lalu
Infografis
Biaya Haji 2024 Disetujui...
Biaya Haji 2024 Disetujui Rp93 Juta, Calon Jemaah Bayar Rp56 Juta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved