Badai Sanba terjang Rusia
Selasa, 18 September 2012 - 15:39 WIB
Badai Sanba terjang Rusia
A
A
A
Sindonews.com - Lebih dari sepuluh jalan di Vladivostok banjir setelah badai Sanba menghantam wilayah Rusia bagian timur.
Pemerintah Vladivostok dan layanan darurat melaporkan badai Sanba tidak memakan korban jiwa. Namun, badai Sanba telah menyebabkan longsor di beberapa wilayah di kota dan sempat menyebabkan ganguan koneksi kereta yang menghubungkan dua stasiun lokal.
Menurut Badan Meteorologi Rusia, hujan deras akan terus menguyur Rusia sepanjang hari Selasa dan Rabu 19 September besok. Diperkirakan angin akan terus bertiup dengan kecepatan 23-28 meter per detik.
Meskipun badai, Pemerintah tidak memutuskan untuk merumahkan kegiatan belajar mengajar para siswa sekolah dan taman kanak-kanak. Pemerintah mengizinkan para orang tua yang memutuskan meliburkan anaknya selama badai bertiup.
Badai Sanba kemarin menerjang Japang dan Korea Selatan. Badan Manajemen Darurat Nasional Korsel menyatakan, sekitar 1.100 penduduk di daerah-daerah yang dianggap rawan telah dibawa ke tempat penampungan, sedangkan 12.000 warga di daerah lain telah disarankan mengungsi.
Pemerintah Vladivostok dan layanan darurat melaporkan badai Sanba tidak memakan korban jiwa. Namun, badai Sanba telah menyebabkan longsor di beberapa wilayah di kota dan sempat menyebabkan ganguan koneksi kereta yang menghubungkan dua stasiun lokal.
Menurut Badan Meteorologi Rusia, hujan deras akan terus menguyur Rusia sepanjang hari Selasa dan Rabu 19 September besok. Diperkirakan angin akan terus bertiup dengan kecepatan 23-28 meter per detik.
Meskipun badai, Pemerintah tidak memutuskan untuk merumahkan kegiatan belajar mengajar para siswa sekolah dan taman kanak-kanak. Pemerintah mengizinkan para orang tua yang memutuskan meliburkan anaknya selama badai bertiup.
Badai Sanba kemarin menerjang Japang dan Korea Selatan. Badan Manajemen Darurat Nasional Korsel menyatakan, sekitar 1.100 penduduk di daerah-daerah yang dianggap rawan telah dibawa ke tempat penampungan, sedangkan 12.000 warga di daerah lain telah disarankan mengungsi.
(aww)