Badai Sanba terjang Korsel
Selasa, 18 September 2012 - 10:43 WIB
Badai Sanba terjang Korsel
A
A
A
Sindonews.com - Badai Sanba yang membawa angin 155 kilometer per jam menerjang Korea Selatan (Korsel) kemarin. Badai itu mengakibatkan hujan lebat dan menghentikan layanan penerbangan serta kapal feri.
Badai Sanba merupakan badai terbesar ketiga yang melanda Semenanjung Korea dalam dua bulan terakhir. Sanba bergerak 35 kilometer per jam dan melintasi pulau Jeju dibagian selatan Korsel pada Minggu (16/9) malam. Badai mengakibatkan 10.000 rumah tak dialiri listrik dan membuat jalanan rusak.
“Meskipun kekuatannya berkurang karena suhu laut yang rendah, badai itu masih kuat,” ungkap Badan Meteorologi Korea,dikutip AFP.
Otoritas Korsel memperingatkan curah hujan mencapai 300 milimeter di Jeju dan wilayah pesisir bagian selatan sejak Minggu (16/9) hingga kemarin malam.
Peringatan badai yang parah telah dikeluarkan di wilayah selatan namun kemungkinan peringatan diperluas untuk seluruh Korsel. Badai Sanba diperkirakan bergerak ke arah timur laut melintasi Semenanjung Seoul dan menuju laut melewati Pelabuhan Chongjin, Korea Utara (Korut).
“Lebih dari 200 penerbangan yang sebagian besar layanan dalam negeri dan 88 layanan kapal feri di Korsel telah dibatalkan sejak Minggu (16/9). Sebanyak 2.000 kapal telah keluar dari jalur badai,” ungkap pernyataan KementerianTransportasi Korsel.
Badan Manajemen Darurat Nasional Korsel menyatakan, sekitar 1.100 penduduk di daerah-daerah yang dianggap rawan telah dibawa ke tempat penampungan, sedangkan 12.000 warga di daerah lain telah disarankan mengungsi.
Puluhan ribu pejabat pun dalam siaga tinggi dengan melakukan inspeksi khusus di 15 bandara penjuru negeri. Bada juga mengakibatkan ribuan sekolah di wilayah selatan masih diliburkan sejak kemarin.
Pada Agustus silam,Topan Bolaven dan Tembin menerjang Semenanjung Korea dan menewaskan lebih dari 20 warga Korsel, merusak lahan pertanian serta ratusan rumah, dan menyebabkan putusnya aliran listrik jutaan rumah.
Badai Sanba merupakan badai terbesar ketiga yang melanda Semenanjung Korea dalam dua bulan terakhir. Sanba bergerak 35 kilometer per jam dan melintasi pulau Jeju dibagian selatan Korsel pada Minggu (16/9) malam. Badai mengakibatkan 10.000 rumah tak dialiri listrik dan membuat jalanan rusak.
“Meskipun kekuatannya berkurang karena suhu laut yang rendah, badai itu masih kuat,” ungkap Badan Meteorologi Korea,dikutip AFP.
Otoritas Korsel memperingatkan curah hujan mencapai 300 milimeter di Jeju dan wilayah pesisir bagian selatan sejak Minggu (16/9) hingga kemarin malam.
Peringatan badai yang parah telah dikeluarkan di wilayah selatan namun kemungkinan peringatan diperluas untuk seluruh Korsel. Badai Sanba diperkirakan bergerak ke arah timur laut melintasi Semenanjung Seoul dan menuju laut melewati Pelabuhan Chongjin, Korea Utara (Korut).
“Lebih dari 200 penerbangan yang sebagian besar layanan dalam negeri dan 88 layanan kapal feri di Korsel telah dibatalkan sejak Minggu (16/9). Sebanyak 2.000 kapal telah keluar dari jalur badai,” ungkap pernyataan KementerianTransportasi Korsel.
Badan Manajemen Darurat Nasional Korsel menyatakan, sekitar 1.100 penduduk di daerah-daerah yang dianggap rawan telah dibawa ke tempat penampungan, sedangkan 12.000 warga di daerah lain telah disarankan mengungsi.
Puluhan ribu pejabat pun dalam siaga tinggi dengan melakukan inspeksi khusus di 15 bandara penjuru negeri. Bada juga mengakibatkan ribuan sekolah di wilayah selatan masih diliburkan sejak kemarin.
Pada Agustus silam,Topan Bolaven dan Tembin menerjang Semenanjung Korea dan menewaskan lebih dari 20 warga Korsel, merusak lahan pertanian serta ratusan rumah, dan menyebabkan putusnya aliran listrik jutaan rumah.
(aww)