AS kirim pasukan perang ke Libya
Jum'at, 14 September 2012 - 08:58 WIB
AS kirim pasukan perang ke Libya
A
A
A
Sindonews.com - Presiden AS Barack Obama memerintahkan pengiriman pasukan dan kapal perang ke Libya untuk menangkap pembunuh Duta Besar AS untuk Libya Christopher Stevens dan tiga staf kedubes AS lainnya.
AS dan Libya juga bakal bekerjasama untuk mengungkap dan menangkap para gerilyawan yang melakukan aksi penyerang ke konsulat AS di Benghazi.
Obama berjanji pembunuh Stevens bakal dibawa ke pengadilan. Janji Obama itu dibuktikan dengan pengiriman dua kapal perusak dan satu unit Marinir ke Libya.
”Jangan buat kesalahan. Kita akan bekerjasama dengan Pemerintah Libya untuk membawa ke pengadilan para pembunuh yang menyerang rakyat kita,”kata Obama dikutip AFP. ”Sangat tragis bahwa Chris Stevens tewas di Benghazi karena ia telah membantu menyelamatkan kota itu. Keadilan akan ditegakkan.”
Sebanyak, 50 Marinir ditempatkan di Kedubes AS di Tripoli, Libya. Marinir itu tergabung dalam satuan elit Pasukan Keamanan Anti-Teror (FAST).
“Marinir mengirimkan tim FAST (Fleet Anti-terrorism Security Team) ke Libya,” ujar pejabat AS yang enggan disebutkan namanya tersebut. Dia juga menambahkan dua kapal perusak akan berada di wilayah Libya namun hanya sebagai langkah pencegahan.
Para pejabat AS kini menyelidiki apakah ada kemungkinan serangan tersebut diskenariokan oleh afiliasi Al-Qaeda atau pun para simpatisannya.Apalagi, aksi itu bersamaan dengan peringatan serangan 11 September yang ke 11. Menurut para pejabat Negara Arab, aksi kekerasan itu kemungkinan sudah direncanakan.
AS dan Libya juga bakal bekerjasama untuk mengungkap dan menangkap para gerilyawan yang melakukan aksi penyerang ke konsulat AS di Benghazi.
Obama berjanji pembunuh Stevens bakal dibawa ke pengadilan. Janji Obama itu dibuktikan dengan pengiriman dua kapal perusak dan satu unit Marinir ke Libya.
”Jangan buat kesalahan. Kita akan bekerjasama dengan Pemerintah Libya untuk membawa ke pengadilan para pembunuh yang menyerang rakyat kita,”kata Obama dikutip AFP. ”Sangat tragis bahwa Chris Stevens tewas di Benghazi karena ia telah membantu menyelamatkan kota itu. Keadilan akan ditegakkan.”
Sebanyak, 50 Marinir ditempatkan di Kedubes AS di Tripoli, Libya. Marinir itu tergabung dalam satuan elit Pasukan Keamanan Anti-Teror (FAST).
“Marinir mengirimkan tim FAST (Fleet Anti-terrorism Security Team) ke Libya,” ujar pejabat AS yang enggan disebutkan namanya tersebut. Dia juga menambahkan dua kapal perusak akan berada di wilayah Libya namun hanya sebagai langkah pencegahan.
Para pejabat AS kini menyelidiki apakah ada kemungkinan serangan tersebut diskenariokan oleh afiliasi Al-Qaeda atau pun para simpatisannya.Apalagi, aksi itu bersamaan dengan peringatan serangan 11 September yang ke 11. Menurut para pejabat Negara Arab, aksi kekerasan itu kemungkinan sudah direncanakan.
(aww)