Kematian anak di bawah 5 tahun menurun

Jum'at, 14 September 2012 - 08:31 WIB
Kematian anak di bawah...
Kematian anak di bawah 5 tahun menurun
A A A
Sindonews.com - Badan Urusan Anak-anak dan Pendidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau Unicef mencatat jumlah anak yang meninggal sebelum usia lima tahun,turun secara signifikan selama 20 tahun terakhir.

Dalam laporan terbaru tentang kelangsungan hidup anak,Unicef memuji penurunan tajam anak di bawah lima tahun, yakni sekitar 40% di seluruh dunia. Ini artinya sekitar 6,9 juta anak meninggal sebelum usia lima tahun di tahun lalu,dibandingkan dengan 12 juta kematian pada kasus serupa di tahun 1990.

Tahun lalu hampir 19.000 balita meninggal setiap hari. Direktur Eksekutif Unicef Anthony Lake mengatakan,penurunan itu merupakan keberhasilan yang signifikan dan bukti kerja sama antara pemerintah, donor, lembaga, dan keluarga.

“Tapi ada juga urusan yang belum selesai. Jutaan anak balita masih sekarat setiap tahunnya dari penyebab yang sebagian besar dapat dicegah dengan intervensi terjangkau,” papar Lake, seperti dikutip Reuters.

Laporan tersebut juga menemukan jika kematian anak semakin terkonsentrasi di sub- Sahara Afrika dan Asia Selatan. Kedua wilayah itu menyumbang lebih dari 80% dari semua kematian anak di bawah lima tahun. Secara rata-rata, satu dari sembilan anak-anak di sub-Sahara Afrika meninggal sebelum mencapai usia lima tahun.

“Nyawa anak-anak ini bisa diselamatkan dengan vaksin, nutrisi yang cukup dan perawatan medis dan ibu. Dunia memiliki teknologi dan mengetahui cara untuk melakukannya. Tantangannya adalah bagaimana agar bisa menyediakan semua hal ini untuk anakanak,” lanjut Lake.

Menurut Unicef, penurunan itu disebabkan karena negara- negara miskin telah semakin membaik dan kaya. Selain itu, faktor bantuan tepat sasaran seperti mendorong menyusui atau imunisasi terhadap penyakit umum.

Dari data Unicef, negara yang berhasil menurunkan angka kematian anak di bawah 5 tahun secara drastis adalah Laos, Timor Leste, Liberia, Bangladesh, Rwanda, Nepal, Kamboja, Malawi, Madagaskar, dan Bhutan.

Sementara penurunan paling tajam terjadi di negara-negara yang telah menerima banyak bantuan dari luar.

“Jika Anda melihat negaranegara yang telah mencapai hasil terbaik, seperti Republik Demokratik Rakyat Laos,Timor Leste dan Liberia,mereka adalah negara di posisi tiga besar.

Menurut saya, faktor bantuan menjadi kontributor yang sangat penting di tiga negara itu,” ujar Direktur Unicef Inggris David Bull,seperti dikutip BBC.
(aww)
Berita Terkait
Sebanyak 2,4 Juta Anak...
Sebanyak 2,4 Juta Anak di Yaman Terancam Kelaparan
BTS Menangkan Inspire...
BTS Menangkan Inspire Awards 2020 dari UNICEF
UNICEF dan Grab Berkolaborasi...
UNICEF dan Grab Berkolaborasi untuk Lindungi Anak-Anak dari Covid-19
UNICEF dan Grab Kolaborasi...
UNICEF dan Grab Kolaborasi Bantu Lindungi Anak Indonesia dari COVID-19
Perbedaan Vaksin, Vaksinasi...
Perbedaan Vaksin, Vaksinasi dan Imunisasi, Ini Penjelasan UNICEF
Luwu Utara Jadi Pilot...
Luwu Utara Jadi Pilot Project Program UNICEF
Berita Terkini
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
4 jam yang lalu
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
5 jam yang lalu
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
7 jam yang lalu
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
8 jam yang lalu
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
9 jam yang lalu
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved