Operasi anti-teroris tangkap seorang pemuda
Kamis, 13 September 2012 - 14:48 WIB
Operasi anti-teroris tangkap seorang pemuda
A
A
A
Sindonews.com – Operasi gabungan, polisi dan satuan anti-teroris Australia mengungkapkan, mereka telah menangkap seorang pemuda dan diperkirakan akan dikenai dakwaan mengumpulkan atau membuat dokumen yang mungkin memfasilitasi aksi teroris.
Seperti diberitakan Radio Australia, Kamis (13/9/2012) pemuda tersebut terancam hukuman penjara maksimum 15 tahun. Pasalnya dari hasil penggeledahan satuan anti-teroris Australia, mereka berhasil menyita sejumlah benda seperti, senjata imitasi, komputer dan sebuah USB yang berisi materi ekstrimis yang sarat dengan kekerasan.
Satuan anti-teroris teroris melakukan pengeledah beberapa rumah di menggeledah beberapa rumah di Narre Warren Selatan, Craigieburn, Hallam, Pejabat, Springvale Selatan dan Noble Park di wilayah tenggara Melbourne.
Manajer Nasional Satuan anti-teroris, Polisi Federal Australia, Justine Saunders mengatakan penangkapan ini merupakan hasil posistif.
"Hasil operasi menunjukan operasi gabungan antara polisi dan Satuan anti-terorismenjadi sebuah contoh penegakan hukum yang proaktif untuk mencegah kegiatan teroris di Australia," ungkap Saunders.
Asisten komisi kejahatan Kepolisian Victoria, Steve Fontana mengatakan pengeledahan ini merupakan bagian dari invetigasi yang sedang berlasung, tidak ada kaitan langsung dengan ancaman keselamatan publlik.
"Saya ingin menyakinkn orang bahwa kami belum menemukan sesuatu yang bisa menimbulkan ancaman langsung pada pada masyarakat," ungkap Fostana.
"Kami akan terus investigas untuk memastikan bahwa semua langkah yang diambil untuk melindungi semua anggota masyarakat." imbuh Fostana.
Sementara itu, Juru Dewan Islam Victoria, Sherene Hassan mengatakan, operasi itu berkaitan dengan Pusat Al-Furqan, sebuah kelompok pinggiran yang tidak mewakili komunitas Islam luas.
"Kami sangat prihatin ada individu yang terlibat dalam kelompok teroris tersebut,'
Saat ini, pria berusia 23 tahun yang identitasnya belum terungkap itu, kini tengah menjalani pengobatan medis di rumah sakit karena menderita sakit perut.
Seperti diberitakan Radio Australia, Kamis (13/9/2012) pemuda tersebut terancam hukuman penjara maksimum 15 tahun. Pasalnya dari hasil penggeledahan satuan anti-teroris Australia, mereka berhasil menyita sejumlah benda seperti, senjata imitasi, komputer dan sebuah USB yang berisi materi ekstrimis yang sarat dengan kekerasan.
Satuan anti-teroris teroris melakukan pengeledah beberapa rumah di menggeledah beberapa rumah di Narre Warren Selatan, Craigieburn, Hallam, Pejabat, Springvale Selatan dan Noble Park di wilayah tenggara Melbourne.
Manajer Nasional Satuan anti-teroris, Polisi Federal Australia, Justine Saunders mengatakan penangkapan ini merupakan hasil posistif.
"Hasil operasi menunjukan operasi gabungan antara polisi dan Satuan anti-terorismenjadi sebuah contoh penegakan hukum yang proaktif untuk mencegah kegiatan teroris di Australia," ungkap Saunders.
Asisten komisi kejahatan Kepolisian Victoria, Steve Fontana mengatakan pengeledahan ini merupakan bagian dari invetigasi yang sedang berlasung, tidak ada kaitan langsung dengan ancaman keselamatan publlik.
"Saya ingin menyakinkn orang bahwa kami belum menemukan sesuatu yang bisa menimbulkan ancaman langsung pada pada masyarakat," ungkap Fostana.
"Kami akan terus investigas untuk memastikan bahwa semua langkah yang diambil untuk melindungi semua anggota masyarakat." imbuh Fostana.
Sementara itu, Juru Dewan Islam Victoria, Sherene Hassan mengatakan, operasi itu berkaitan dengan Pusat Al-Furqan, sebuah kelompok pinggiran yang tidak mewakili komunitas Islam luas.
"Kami sangat prihatin ada individu yang terlibat dalam kelompok teroris tersebut,'
Saat ini, pria berusia 23 tahun yang identitasnya belum terungkap itu, kini tengah menjalani pengobatan medis di rumah sakit karena menderita sakit perut.
(aww)