Mantan PM Hunggaria gelar aksi mogok makan
Senin, 10 September 2012 - 16:04 WIB
Mantan PM Hunggaria gelar aksi mogok makan
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Perdana Menteri Hungarian Ferenc Gyurcsány mengelar aksi mogok makan untuk menolak rencana reformasi sistem pemilu di Hungaria.
"Langkah ini tidak dapat diterima, para pemilih yang memutuskan mendaftar jadi pemilih dua hari sebelum pemilu diselengarakan, tidak diizinkan untuk memberikan suara," ungkap Gyurcsany seperti diberitakan Xinhua, Senin (10/9/2012).
Pemimpin partai oposisi Koalisi Demokrat ini menilai draf sistem pemilu Hungaria ini akan menghalangi ratusan ribu bahkan jutaan orang untuk ambil bagian dalam pemilu.
Tak tanggung-tanggung, guna melancarkan aksinya, Mantan PM Hunggaria periode 2004-2009 itu sampai mendirikan sebuah tenda di luar gedung parleman Minggu 9 September kemarin bersama tiga rekannya, Peter Niedermuller, Csaba Molnar dan Istvan Kolber.
Kelompok oposisi takut persyaratan pendaftaran pemilu yang signifikan akan menurunkan jumlah pemilih yang akan berpartisipasi dalam pemilu parlemen. Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan peluang agar Partai Fidesz yang dipimpin oleh Perdana Menteri Viktor Orban dapat kembali berkuasa pada pemilu presiden musim semi 2014 mendatang.
Pemerintah Hungaria membantah ungkapan Gyurcsany dengan mengatakan, bagaimanapun RUU yang baru ini akan memudahkan pendaftaran para pemilih yang berada di seluruh dunia. Tidak hanya itu, pemerintah menilai RUU juga akan membantu mendata warga minoritas.
Gyurcsany berharap agar banyak penduduk Hunggaria bergabung dalam aksi mogok makannya yang ia selenggarakan selama sepekan. "Situasi yang dramatis membutuhkan tanggapan yang dramatis untuk mengerakan masa yang sejauh ini acuh," pungkas Gyurcsany.
"Langkah ini tidak dapat diterima, para pemilih yang memutuskan mendaftar jadi pemilih dua hari sebelum pemilu diselengarakan, tidak diizinkan untuk memberikan suara," ungkap Gyurcsany seperti diberitakan Xinhua, Senin (10/9/2012).
Pemimpin partai oposisi Koalisi Demokrat ini menilai draf sistem pemilu Hungaria ini akan menghalangi ratusan ribu bahkan jutaan orang untuk ambil bagian dalam pemilu.
Tak tanggung-tanggung, guna melancarkan aksinya, Mantan PM Hunggaria periode 2004-2009 itu sampai mendirikan sebuah tenda di luar gedung parleman Minggu 9 September kemarin bersama tiga rekannya, Peter Niedermuller, Csaba Molnar dan Istvan Kolber.
Kelompok oposisi takut persyaratan pendaftaran pemilu yang signifikan akan menurunkan jumlah pemilih yang akan berpartisipasi dalam pemilu parlemen. Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan peluang agar Partai Fidesz yang dipimpin oleh Perdana Menteri Viktor Orban dapat kembali berkuasa pada pemilu presiden musim semi 2014 mendatang.
Pemerintah Hungaria membantah ungkapan Gyurcsany dengan mengatakan, bagaimanapun RUU yang baru ini akan memudahkan pendaftaran para pemilih yang berada di seluruh dunia. Tidak hanya itu, pemerintah menilai RUU juga akan membantu mendata warga minoritas.
Gyurcsany berharap agar banyak penduduk Hunggaria bergabung dalam aksi mogok makannya yang ia selenggarakan selama sepekan. "Situasi yang dramatis membutuhkan tanggapan yang dramatis untuk mengerakan masa yang sejauh ini acuh," pungkas Gyurcsany.
(hyk)