Pasrah hadapi masa depan suram

Senin, 10 September 2012 - 10:44 WIB
Pasrah hadapi masa depan...
Pasrah hadapi masa depan suram
A A A
Sindonews.com - Setiap bencana memang kerap menyisakan cerita pilu tersendiri. Begitu pula bencana gempa kembar berkekuatan 5,6 skala Richter (SR) yang menghantam China, Jumat 7 September 2012 lalu.

Seorang petani miskin Mu Xianchun (46) menceritakan dirinya berhasil lolos tanpa cedera ketika gempa bumi kembar melanda desanya di daerah terpencil China barat daya.

Meski bersyukur karena dirinya telah selamat,saat ini dia menghadapi masalah lain. Dia harus pasrah menghadapi masa depan yang suram setelah semua yang dimilikinya hancur berkeping-keping.

Seperti banyak pekerja miskin perdesaan di China, Mu memang hanya memiliki sedikit harta. Dan semua itu harus direlakan hilang begitu saja akibat gempa.“Semua jagung yang baru dipanen hancur begitu saja."

Dan semua alat-alat pertanian saya ini. Seluruh hidup saya dan saya tidak punya masa depan sekarang,”ungkapnya kepada AFP,ketika berdiri di luar tenda di lapangan sekolah dasar lokal di Yiliang, yang saat ini menjadi rumahnya.

Setelah gempa terjadi,banyak bangunan sekolah yang disulap menjadi tempat relokasi. Menurut kantor berita Xinhua,gempa ini menewaskan sedikitnya 80 orang dan melukai 731 orang. Lebih dari 6.600 rumah hancur dan sekitar 430.000 rumah rusak akibat gempa.

“Saya takut berada di dalam bangunan sekarang,kita semua merasa takut,”terang Mu, yang kembali setelah menghabiskan pagi di bekas rumahnya yang dihantam gempa untuk mengumpulkan puing-puing beton.

Mu tinggal di desa Maoping, Yiliang, salah satu dari jajaran rumah miskin yang tersebar di tepi Sungai Nanpan di Provinsi Yunnan. Desa ini tepat terletak di lembah yang tipis antara tebing yang menjulang, sehingga sulit menyelamatkan diri saat longsor terjadi.

Sedangkan jalan sempit berada di antara tebing dan sungai, setelah arteri utama Maoping. Longsor batu masih terjadi di bawah tebing,dan menjadi peringatan di kalangan pekerja bantuan serta tentara untuk menyusun upaya penyelamatan,dengan terus mengawasi tanda-tanda longsor lebih lanjut.

Saat ini hanya tersisa beberapa warga di Maoping, puing-puing reruntuhan rumah,dan bangunan. Beberapa warga telah menerima nasihat dari para pekerja bantuan untuk pergi ke tempat penampungan terdekat.Sebagian besar dari mereka telah berangkat sebelum ambulans, kendaraan militer,dan jip Palang Merah tiba di tempat kejadian. Mu bukanlah satu-satunya yang merana.

Di salah satu dari puluhan tenda yang didirikan di luar rumah sakit Yiliang City, dengan lampu yang menghangat wajahnya, Qing Liu,40, yang sedang bermain kartu dan makan mi instan dengan anakanaknya bercerita tentang kedahsyatan gempa itu.

“Rumah itu bergoyang dihantam gempa dan saya memiliki empat anak. Saya tidak bisa bertahan lebih lama lagi.Kami telah mengalami gempa bumi dan itu sangat menakutkan,”ujar dia.

Saat ini dia senang karena tidak lagi berada dalam kondisi yang berbahaya dan telah berkumpul bersama keluarganya.
(hyk)
Berita Terkini
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
3 jam yang lalu
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
5 jam yang lalu
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
5 jam yang lalu
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
7 jam yang lalu
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
8 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved