Pangeran Harry kembali bertugas ke Afghanistan
Sabtu, 08 September 2012 - 13:11 WIB
Pangeran Harry kembali bertugas ke Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com - Pangeran Harry dari Inggris tampaknya mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki citranya sebagai seorang play boy dan anak bengal.
Putra kedua putra mahkota Pangeran Charles itu kemarin kembali ke Afghanistan sebagai pilot helikopter Apache, empat tahun setelah penempatan pertamanya di negara itu yang harus dipercepat.
Kabar pengiriman Pangeran Harry ke Afghanistan itu muncul hanya beberapa pekan setelah dia menjadi berita utama setelah difoto dalam kondisi telanjang saat sedang berpesta di Las Vegas. Pria berusia 27 tahun itu bakal menjalani tugas selama empat bulan di Camp Bastion di Provinsi Helmand di Afghanistan selatan.
“Pangeran Harry, yang dikenal sebagai Kapten Wales di militer, tiba hari ini (kemarin) tiba Camp Bastion, Provinsi Helmand, untuk memulai tur operasional sebagai seorang pilot Apache, ” ungkap Kementerian Pertahanan (MoD) dalam sebuah pernyataan yang dilansir AFP.
Menurut MoD, skuadron Harry akan melakukan pengawasan, pencegahan dan ketika diminta, kemampuan serangan dekat dan juga tugas pengawalan untuk pesawat lain.
Dia juga masuk dalam misi melawan Taliban. Kapten Wales itu tiba sebagai bagian dari 100 personel Skuadron 662, Resimen 3, Korps Angkatan Udara. Ini adalah penempatan keduanya di Afghanistan.
Pada 2007–2008, Harry pernah menghabiskan 10 pekan di Helmand, tapi kemudian pria yang akan genap berusia 28 tahun pekan depan itu ditarik pulang ke Inggris setelah media melaporkan penempatan rahasia itu.
Tapi, pangeran yang berada di garis ketiga pewaris takhta Ratu Elizabeth II itu secara blakblakan telah mengungkapkan keinginannya kembali ke Afghanistan dan mengabdi untuk negara. Sebelumnya, para pimpinan militer mengkhawatirkan keamanannya dan rekan-rekannya juga telah terekspos ketika rahasia penempatannya di Afghanistan terungkap.
Tapi, militer kemudian melakukan pendekatan berbeda kali ini dengan merilis foto dan videonya di Afghanistan sejak awal. MoD menegaskan, tugas keduanya ini sudah lama direncanakan dan ancaman terhadap dirinya dan yang lain sudah diperkirakan dengan menyeluruh.
“Risiko apa pun akibat penempatan Kapten Wales, berdasarkan kemampuan, kesempatan dan niat gerilyawan, telah, dan akan terus, ditaksir dan menginformasikan keputusan untuk menerjunkan dia,” papar MoD.
Harry menyelesaikan pelatihannya sebagai pilot helikopter serang Apache pada Februari lalu dan dimasukkan sebagai anggota brigadir serangan udara untuk mendapatkan pengalaman terbang lebih lanjut dan untuk mengoperasikan pesawat di sejumlah latihan.
“Dia akan berada di tugas yang sulit dan menekan. Dan saya ingin dia tidak diganggu agar bisa menjalankan tugas dan fokus dalam memberikan dukungan kepada tentara koalisi di lapangan,” ujar Komandan Kelompok Terbang Gabungan Kapten Angkatan Laut Kerajaan Inggris Jock Gordon, kepada BBC.
Pangeran Harry adalah anggota pertama Keluarga Kerajaan yang terlibat dalam perang aktif sejak pamannya, Pangeran Andrew, ikut dalam perang Malvinas (Falklands).
MoD menganggap ancaman terhadap pesawat Apache dan kru di Afghanistan “rendah” meski Taliban telah mengklaim menembak jatuh sebuah Apache di Afghanistan, tapi Inggris belum pernah kehilangan satu pun Apache dari total 67, meski ada dua yang mengalami kecelakaan kecil.
Putra kedua putra mahkota Pangeran Charles itu kemarin kembali ke Afghanistan sebagai pilot helikopter Apache, empat tahun setelah penempatan pertamanya di negara itu yang harus dipercepat.
Kabar pengiriman Pangeran Harry ke Afghanistan itu muncul hanya beberapa pekan setelah dia menjadi berita utama setelah difoto dalam kondisi telanjang saat sedang berpesta di Las Vegas. Pria berusia 27 tahun itu bakal menjalani tugas selama empat bulan di Camp Bastion di Provinsi Helmand di Afghanistan selatan.
“Pangeran Harry, yang dikenal sebagai Kapten Wales di militer, tiba hari ini (kemarin) tiba Camp Bastion, Provinsi Helmand, untuk memulai tur operasional sebagai seorang pilot Apache, ” ungkap Kementerian Pertahanan (MoD) dalam sebuah pernyataan yang dilansir AFP.
Menurut MoD, skuadron Harry akan melakukan pengawasan, pencegahan dan ketika diminta, kemampuan serangan dekat dan juga tugas pengawalan untuk pesawat lain.
Dia juga masuk dalam misi melawan Taliban. Kapten Wales itu tiba sebagai bagian dari 100 personel Skuadron 662, Resimen 3, Korps Angkatan Udara. Ini adalah penempatan keduanya di Afghanistan.
Pada 2007–2008, Harry pernah menghabiskan 10 pekan di Helmand, tapi kemudian pria yang akan genap berusia 28 tahun pekan depan itu ditarik pulang ke Inggris setelah media melaporkan penempatan rahasia itu.
Tapi, pangeran yang berada di garis ketiga pewaris takhta Ratu Elizabeth II itu secara blakblakan telah mengungkapkan keinginannya kembali ke Afghanistan dan mengabdi untuk negara. Sebelumnya, para pimpinan militer mengkhawatirkan keamanannya dan rekan-rekannya juga telah terekspos ketika rahasia penempatannya di Afghanistan terungkap.
Tapi, militer kemudian melakukan pendekatan berbeda kali ini dengan merilis foto dan videonya di Afghanistan sejak awal. MoD menegaskan, tugas keduanya ini sudah lama direncanakan dan ancaman terhadap dirinya dan yang lain sudah diperkirakan dengan menyeluruh.
“Risiko apa pun akibat penempatan Kapten Wales, berdasarkan kemampuan, kesempatan dan niat gerilyawan, telah, dan akan terus, ditaksir dan menginformasikan keputusan untuk menerjunkan dia,” papar MoD.
Harry menyelesaikan pelatihannya sebagai pilot helikopter serang Apache pada Februari lalu dan dimasukkan sebagai anggota brigadir serangan udara untuk mendapatkan pengalaman terbang lebih lanjut dan untuk mengoperasikan pesawat di sejumlah latihan.
“Dia akan berada di tugas yang sulit dan menekan. Dan saya ingin dia tidak diganggu agar bisa menjalankan tugas dan fokus dalam memberikan dukungan kepada tentara koalisi di lapangan,” ujar Komandan Kelompok Terbang Gabungan Kapten Angkatan Laut Kerajaan Inggris Jock Gordon, kepada BBC.
Pangeran Harry adalah anggota pertama Keluarga Kerajaan yang terlibat dalam perang aktif sejak pamannya, Pangeran Andrew, ikut dalam perang Malvinas (Falklands).
MoD menganggap ancaman terhadap pesawat Apache dan kru di Afghanistan “rendah” meski Taliban telah mengklaim menembak jatuh sebuah Apache di Afghanistan, tapi Inggris belum pernah kehilangan satu pun Apache dari total 67, meski ada dua yang mengalami kecelakaan kecil.
(hyk)