Pemukim Yahudi tinggalkan Migron
Senin, 03 September 2012 - 11:22 WIB
Pemukim Yahudi tinggalkan Migron
A
A
A
Sindonews.com - Beberapa keluarga Israel mulai meninggalkan pemukiman Migron di Tepi Barat kemarin pagi saat batas waktu pemindahan semakin dekat.
Migron merupakan permukiman Yahudi terbesar dan tertua di wilayah pendudukan Tepi Barat yang tidak mendapat izin resmi otoritas Israel. Permukiman itu dibangun di atas tanah pribadi rakyat Palestina dan pada Agustus 2011 Mahkamah Agung (MA) Israel memerintahkan agar permukiman itu segera dibersihkan.
Pemindahan warga Yahudi itu berulang kali tertunda karena menghadapi perlawanan para penghuninya. Namun, pekan lalu MA menyatakan bahwa 50 orang warga di permukiman itu harus pergi hingga batas waktu Selasa (4/9).
Pada Minggu pagi para petugas telah menyebarkan perintah pindah pada para pemukim Yahudi tersebut. Sejumlah personel polisi dikerahkan untuk mencegah kerusuhan.
Untuk mengantisipasi pemindahan paksa oleh polisi, 20 aktivis permukiman Yahudi yang tidak tinggal di Migron bersiap membentuk barikade. Sedangkan aktivis lainnya tampak di atap. Beberapa keluarga memasang tulisan di mobil-mobil mereka seperti “tolong jangan dipotret.” Saat itu banyak sekali wartawan foto yang meliput pemindahan warga dari permukiman tersebut.
Pekan lalu MA memutuskan bahwa Migron harus dibersihkan dari semua warganya hingga 4 September dan semua gedung dihancurkan pada 11 September. Keputusan itu muncul setelah MA menolak banding 17 keluarga yang menyatakan mereka secara resmi membeli tanah tempat rumah mereka saat ini dibangun.
Migron merupakan permukiman Yahudi terbesar dan tertua di wilayah pendudukan Tepi Barat yang tidak mendapat izin resmi otoritas Israel. Permukiman itu dibangun di atas tanah pribadi rakyat Palestina dan pada Agustus 2011 Mahkamah Agung (MA) Israel memerintahkan agar permukiman itu segera dibersihkan.
Pemindahan warga Yahudi itu berulang kali tertunda karena menghadapi perlawanan para penghuninya. Namun, pekan lalu MA menyatakan bahwa 50 orang warga di permukiman itu harus pergi hingga batas waktu Selasa (4/9).
Pada Minggu pagi para petugas telah menyebarkan perintah pindah pada para pemukim Yahudi tersebut. Sejumlah personel polisi dikerahkan untuk mencegah kerusuhan.
Untuk mengantisipasi pemindahan paksa oleh polisi, 20 aktivis permukiman Yahudi yang tidak tinggal di Migron bersiap membentuk barikade. Sedangkan aktivis lainnya tampak di atap. Beberapa keluarga memasang tulisan di mobil-mobil mereka seperti “tolong jangan dipotret.” Saat itu banyak sekali wartawan foto yang meliput pemindahan warga dari permukiman tersebut.
Pekan lalu MA memutuskan bahwa Migron harus dibersihkan dari semua warganya hingga 4 September dan semua gedung dihancurkan pada 11 September. Keputusan itu muncul setelah MA menolak banding 17 keluarga yang menyatakan mereka secara resmi membeli tanah tempat rumah mereka saat ini dibangun.
()