FARC diduga bom kereta kargo Al Cerrejon
Jum'at, 31 Agustus 2012 - 16:32 WIB
FARC diduga bom kereta kargo Al Cerrejon
A
A
A
Sindonews.com - Pemberontak Kolumbia Colombia's Armed Revolutionary For (FARC) diduga melakukan pemboman terhadap kereta kargo dan rel kereta api batu bara terbesar di Kolumbia, pada Kamis 30 Agustus 2012 pagi.
Julian Gonzalez dari Perusahaan batu bara El Cerrejon mengatakan, tidak akan korban tewas radius 12 meter dari titik ledakan di Provinsi, La Guajira, Kolumbia itu.
Pihak berewenang menuduh gerilyawan sayap kiri FARC sebagai dalang pengerusakan jalur kereta api sepanjang 10 meter dan kereta kargo. Selain itu, ledakan juga menyebabkan sebuah lubang sedalam 30 meter selebar satu meter.
Guna menghindari keterlambatan pengiriman, perusahaan batu bara El Cerrejon berjanji akan segera memperbaiki kerusakan tersebut. Ledakan itu merupakan serangan kedua bagi El Cerrejon dalam satu bulan terakhir.
Perusahaan batu bara El Cerrejon menyediakan pengangkutan batu bara untuk diangkut ke Pelabuhan Puerto Bolivar untuk diekspor.
Dahulu, FARC seringkali melakukan berbagai aksi penyerangan yang bertujuan memeras uang untuk biaya hidup dan pembelian senjata.
Sementara itu, Pemerintah Kolumbia dan FARC kini terus mengadakan pertemuan untuk membahas perjanjian damai.
Julian Gonzalez dari Perusahaan batu bara El Cerrejon mengatakan, tidak akan korban tewas radius 12 meter dari titik ledakan di Provinsi, La Guajira, Kolumbia itu.
Pihak berewenang menuduh gerilyawan sayap kiri FARC sebagai dalang pengerusakan jalur kereta api sepanjang 10 meter dan kereta kargo. Selain itu, ledakan juga menyebabkan sebuah lubang sedalam 30 meter selebar satu meter.
Guna menghindari keterlambatan pengiriman, perusahaan batu bara El Cerrejon berjanji akan segera memperbaiki kerusakan tersebut. Ledakan itu merupakan serangan kedua bagi El Cerrejon dalam satu bulan terakhir.
Perusahaan batu bara El Cerrejon menyediakan pengangkutan batu bara untuk diangkut ke Pelabuhan Puerto Bolivar untuk diekspor.
Dahulu, FARC seringkali melakukan berbagai aksi penyerangan yang bertujuan memeras uang untuk biaya hidup dan pembelian senjata.
Sementara itu, Pemerintah Kolumbia dan FARC kini terus mengadakan pertemuan untuk membahas perjanjian damai.
()