Jumlah Uranium Iran sudah dua kali lipat
Jum'at, 31 Agustus 2012 - 14:25 WIB
Jumlah Uranium Iran sudah dua kali lipat
A
A
A
Sindonews.com - Kapasitas pengayaan uranium Iran dilaporkan telah berkembang dua kali lipat. Mei lalu uranium Iran tercatat berjumlah 1.064 unit, kini telah mencapai mencapai 2.140 unit.
Laporan ini diungkap oleh Badan Atom Internasional PBB atau Atomic Energy Agency (IAEA), seperti dilansir ABCnet.au, Jumat (31/8/2012).
Berdasarkan laporan IAEA, sejak 2010 pusat pengayaan uranium Fordow, Iran, juga telah menghasilkan hampir 190 Kg uranium dengan kualitas yang lebih tinggi dari yang sebelumnya hanya 145 Kg.
Uranium dengan kualitas yang lebih tinggi mampu digunakan sebagai bahan untuk memperkaya reaktor nuklir untuk kepentingan sipil.
Sejauh ini IAEA menemukan kegiatan pengembangan nuklir Iran bertujuan damai. Namun IAEA sendiri tidak mampu menjamin keberadaan bahan nuklir berbahaya dalam kegiatan pengayaan nuklir Iran.
"Ada kekhawatiran peningkatan pengayaan uranium Iran. Pasalnya dalam waktu singkat serta jumlah persediaan yang lebih besar, dan yang terpenting munculnya sejumlah sentrifugal tambahan di Fordow," kata Mark Fitzpatrick dari Institute of Strategic Studies seperti diberitakan Jerusalem Post.
Selama ini Iran bersikukuh pengayaan uranium yang dihasilkannya bertujuan untuk kepentingan medis, bukan pembuatan bom nuklir.
Kemarin, pemimpin revolusi Iran Ayatollah Ali Khamenei, dalam KTT GNB di Teheran, kembali menekankan kepada sejumlah kepala negara yang hadir, negaranya akan terus mengembangkan energi nuklir untuk tujuan damai bukan untuk pengembangan senjata nuklir.
Laporan ini diungkap oleh Badan Atom Internasional PBB atau Atomic Energy Agency (IAEA), seperti dilansir ABCnet.au, Jumat (31/8/2012).
Berdasarkan laporan IAEA, sejak 2010 pusat pengayaan uranium Fordow, Iran, juga telah menghasilkan hampir 190 Kg uranium dengan kualitas yang lebih tinggi dari yang sebelumnya hanya 145 Kg.
Uranium dengan kualitas yang lebih tinggi mampu digunakan sebagai bahan untuk memperkaya reaktor nuklir untuk kepentingan sipil.
Sejauh ini IAEA menemukan kegiatan pengembangan nuklir Iran bertujuan damai. Namun IAEA sendiri tidak mampu menjamin keberadaan bahan nuklir berbahaya dalam kegiatan pengayaan nuklir Iran.
"Ada kekhawatiran peningkatan pengayaan uranium Iran. Pasalnya dalam waktu singkat serta jumlah persediaan yang lebih besar, dan yang terpenting munculnya sejumlah sentrifugal tambahan di Fordow," kata Mark Fitzpatrick dari Institute of Strategic Studies seperti diberitakan Jerusalem Post.
Selama ini Iran bersikukuh pengayaan uranium yang dihasilkannya bertujuan untuk kepentingan medis, bukan pembuatan bom nuklir.
Kemarin, pemimpin revolusi Iran Ayatollah Ali Khamenei, dalam KTT GNB di Teheran, kembali menekankan kepada sejumlah kepala negara yang hadir, negaranya akan terus mengembangkan energi nuklir untuk tujuan damai bukan untuk pengembangan senjata nuklir.
()