Lima nelayan China tewas tenggelam
Rabu, 29 Agustus 2012 - 11:18 WIB
Lima nelayan China tewas tenggelam
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya lima awak kapal nelayan asal China kemarin tewas tenggelam setelah dua kapal mereka yang hendak berlindung di Pulau Jeju terempas ke bebatuan saat topan kuat menghantam Korea Selatan (Korsel).
Badai itu juga mengakibatkan 10 orang lainnya belum diketahui nasibnya. Pejabat setempat mengeluarkan peringatan untuk hampir di seluruh negara bagian ketika angin topan Bolaven, topan terkuat selama hampir satu dekade menghantam negara itu, bergerak ke arah Korea Utara (Korut).
Kementerian transportasi mengatakan, semua layanan laut, termasuk penyeberangan dari 87 kapal feri, telah dihentikan.
Sebanyak 247 penerbangan, 183 domestik dan 64 perjalanan internasional, telah dibatalkan. Selain itu, sekolah-sekolah di Seoul serta beberapa daerah lainnya ditutup kemarin. Sementara, hampir 200.000 rumah terkena pemadaman listrik.
”Tidak ada korban tewas selain korban di kapal yang tenggelam di bagian selatan Pulau Jeju,” papar juru bicara penjaga pantai kepada AFP.
Penjaga pantai berhasil menyelamatkan 18 nelayan dari kapal China yang tenggelam itu dan menemukan lima mayat.
Rekaman video dramatis menggambarkan perjuangan penjaga pantai dengan menggunakan pakaian selam melewati gelombang tinggi untuk mencapai kapal pertama yang berjarak 50 meter dari lepas pantai dan mengikatnya memakai tali. Awak kapal kemudian ditarik ke tempat yang aman satu per satu. Kapal-kapal itu terdaftar di Kota Weihai, Provinsi Shandong, China.
Kecepatan angin topan yang menghantam Korsel kemarin mencapai 144 kilometer per jam, diiringi dengan hujan lebat angin kencang,ke daerah selatan dan barat. Topan itu mengakibatkan lampu lalu lintas mati, pohon-pohon tumbang, merobek papan nama toko, bahkan menghancurkan puncak menara gereja.
Di Jeju, televisi menayangkan rumah-rumah dengan atap yang runtuh dan pohon-pohon tumbang. Badan Manajemen Darurat Nasional Korsel mengatakan, sebanyak 197.751 rumah di Jeju dan 16 rumah di daerah barat daya serta di selatan tengah mengalami kerusakan. Petugas pun mengevakuasi 54 orang, yang sebagian besar di barat daya, dari rumah ke penampungan.
Badai itu juga mengakibatkan 10 orang lainnya belum diketahui nasibnya. Pejabat setempat mengeluarkan peringatan untuk hampir di seluruh negara bagian ketika angin topan Bolaven, topan terkuat selama hampir satu dekade menghantam negara itu, bergerak ke arah Korea Utara (Korut).
Kementerian transportasi mengatakan, semua layanan laut, termasuk penyeberangan dari 87 kapal feri, telah dihentikan.
Sebanyak 247 penerbangan, 183 domestik dan 64 perjalanan internasional, telah dibatalkan. Selain itu, sekolah-sekolah di Seoul serta beberapa daerah lainnya ditutup kemarin. Sementara, hampir 200.000 rumah terkena pemadaman listrik.
”Tidak ada korban tewas selain korban di kapal yang tenggelam di bagian selatan Pulau Jeju,” papar juru bicara penjaga pantai kepada AFP.
Penjaga pantai berhasil menyelamatkan 18 nelayan dari kapal China yang tenggelam itu dan menemukan lima mayat.
Rekaman video dramatis menggambarkan perjuangan penjaga pantai dengan menggunakan pakaian selam melewati gelombang tinggi untuk mencapai kapal pertama yang berjarak 50 meter dari lepas pantai dan mengikatnya memakai tali. Awak kapal kemudian ditarik ke tempat yang aman satu per satu. Kapal-kapal itu terdaftar di Kota Weihai, Provinsi Shandong, China.
Kecepatan angin topan yang menghantam Korsel kemarin mencapai 144 kilometer per jam, diiringi dengan hujan lebat angin kencang,ke daerah selatan dan barat. Topan itu mengakibatkan lampu lalu lintas mati, pohon-pohon tumbang, merobek papan nama toko, bahkan menghancurkan puncak menara gereja.
Di Jeju, televisi menayangkan rumah-rumah dengan atap yang runtuh dan pohon-pohon tumbang. Badan Manajemen Darurat Nasional Korsel mengatakan, sebanyak 197.751 rumah di Jeju dan 16 rumah di daerah barat daya serta di selatan tengah mengalami kerusakan. Petugas pun mengevakuasi 54 orang, yang sebagian besar di barat daya, dari rumah ke penampungan.
(hyk)