The Sun nekat rilis foto telanjang Harry
Sabtu, 25 Agustus 2012 - 12:38 WIB
The Sun nekat rilis foto telanjang Harry
A
A
A
Sindonews.com - Surat kabar Inggris The Sun kemarin nekat mempublikasikan foto-foto telanjang Pangeran Harry saat tengah berlibur di Las Vegas, dan telah menentang larangan dari keluarga istana kerajaan.
Hampir setengah halaman depan dari surat kabar The Sun menampilkan foto telanjang Pangeran Harry yang sedang menutupi kemaluannya dengan tangan, sementara di belakang punggungnya tampak seorang wanita di dalam kamar hotel di Las Vegas. The Sun edisi Kamis 23 Agustus juga memuat ejekan terhadap salah satu foto telanjang Pangeran Harry.
Sebelumnya, melalui Komisi Pengaduan Pers pada Kamis 23 Agustus, pengacara pihak istana telah meminta surat kabar Inggris untuk tidak mempublikasikan foto telanjang dari cucu Ratu Elizabeth bersama dengan seorang wanita yang tidak disebutkan identitasnya untuk menghormati privasi ketika sedang berlibur ke Las Vegas.
“Ada kepentingan umum yang jelas dalam penerbitan gambar telanjang pangeran Harry, agar perdebatan di sekitar mereka diberi informasi yang lengkap. Ada pula pertanyaan tentang keamanan saat liburan di Las Vegas. Foto-foto ini memang memiliki implikasi potensial untuk mewakili pangeran Inggris di seluruh dunia,” ungkap The Sun mengenai keputusan mereka untuk memuat foto itu seperti dikutip BBC.
“Selanjutnya kami percaya bahwa pangeran Harry telah terganggu dengan privasinya sendiri. Ini bukan foto dirinya dan pacarnya di Balmoral. Pangeran berada di Las Vegas, kota yang kuat dengan kebebasan, bermainmain di kolam renang sebelum mengundang orang asing masuk ke kamar hotel.Ini merupakan tindakan seorang pria yang begitu waspada untuk menjaga privasinya.”
The Sun cabang Inggris, perusahaan News Corp milik Rupert Murdoch, menyebutkan, jutaan orang di seluruh dunia sudah melihat foto itu dan pembaca mereka juga punya hak untuk melihatnya.
Redaktur Pelaksana The Sun David Dinsmore menyatakan dalam sebuah video di situs koran itu bahwa keputusan untuk memublikasikan foto telanjang Harry tidak diambil dengan mudah, tapi masalah itu telah menjadi salah satu kebebasan pers.
“Ini mengenai situasi yang menggelikan di mana sebuah foto bisa dilihat ratusan juta orang di seluruh dunia di internet tapi tak bisa dilihat di koran favorit yang dibaca 8 juta orang tiap hari di negara ini,” ujar Dinsmore, dikutip Reuters.
“Ini tentang bagaimana pembaca bisa terlibat dalam diskusi dengan orang yang berada di garis ketiga pewaris takhta– sesimpel itu.”
Sebelumnya, pada Kamis 23 Agustus, tak ada koran di Inggris yang memuat foto itu setelah pada Rabu 22 Agustus pihak Istana St James telah mengunjungi Komisi Pengaduan Pers (PCC) untuk berusaha mencegah publikasi foto itu dengan alasan pelanggaran privasi, tapi foto itu sudah beredar luas di internet.
“Kami membuat pandangan kami berdasarkan privasi Pangeran Harry. Koran mengatur diri sendiri, jadi mempublikasi foto itu jelas keputusan para redakturnya,” papar juru bicara Istana St James.
“Kami tidak memiliki komentar lebih lanjut terkait publikasi foto-foto atau cerita sendiri tentang liburan pribadi Pangeran Harry di Las Vegas.”
Dua foto telanjang Harry kali pertama dipublikasikan di situs gosip TMZ. Para tokoh industri menyebabkan media enggan memublikasikan hal-hal yang dianggap memalukan setelah terkuaknya skandal penyadapan telepon yang dilakukan News of the World, yang memicu Penyidikan Leveson terhadap etika pers. Tapi, beberapa koran mengeluh mereka ditekan keluarga kerajaan.
The Daily Mail mengaku pengacara ayah Harry, Pangeran Charles, mengancam tindakan hukum terhadap koran Inggris yang memublikasikan foto itu, meski foto-foto itu bebas beredar di internet.
Hampir setengah halaman depan dari surat kabar The Sun menampilkan foto telanjang Pangeran Harry yang sedang menutupi kemaluannya dengan tangan, sementara di belakang punggungnya tampak seorang wanita di dalam kamar hotel di Las Vegas. The Sun edisi Kamis 23 Agustus juga memuat ejekan terhadap salah satu foto telanjang Pangeran Harry.
Sebelumnya, melalui Komisi Pengaduan Pers pada Kamis 23 Agustus, pengacara pihak istana telah meminta surat kabar Inggris untuk tidak mempublikasikan foto telanjang dari cucu Ratu Elizabeth bersama dengan seorang wanita yang tidak disebutkan identitasnya untuk menghormati privasi ketika sedang berlibur ke Las Vegas.
“Ada kepentingan umum yang jelas dalam penerbitan gambar telanjang pangeran Harry, agar perdebatan di sekitar mereka diberi informasi yang lengkap. Ada pula pertanyaan tentang keamanan saat liburan di Las Vegas. Foto-foto ini memang memiliki implikasi potensial untuk mewakili pangeran Inggris di seluruh dunia,” ungkap The Sun mengenai keputusan mereka untuk memuat foto itu seperti dikutip BBC.
“Selanjutnya kami percaya bahwa pangeran Harry telah terganggu dengan privasinya sendiri. Ini bukan foto dirinya dan pacarnya di Balmoral. Pangeran berada di Las Vegas, kota yang kuat dengan kebebasan, bermainmain di kolam renang sebelum mengundang orang asing masuk ke kamar hotel.Ini merupakan tindakan seorang pria yang begitu waspada untuk menjaga privasinya.”
The Sun cabang Inggris, perusahaan News Corp milik Rupert Murdoch, menyebutkan, jutaan orang di seluruh dunia sudah melihat foto itu dan pembaca mereka juga punya hak untuk melihatnya.
Redaktur Pelaksana The Sun David Dinsmore menyatakan dalam sebuah video di situs koran itu bahwa keputusan untuk memublikasikan foto telanjang Harry tidak diambil dengan mudah, tapi masalah itu telah menjadi salah satu kebebasan pers.
“Ini mengenai situasi yang menggelikan di mana sebuah foto bisa dilihat ratusan juta orang di seluruh dunia di internet tapi tak bisa dilihat di koran favorit yang dibaca 8 juta orang tiap hari di negara ini,” ujar Dinsmore, dikutip Reuters.
“Ini tentang bagaimana pembaca bisa terlibat dalam diskusi dengan orang yang berada di garis ketiga pewaris takhta– sesimpel itu.”
Sebelumnya, pada Kamis 23 Agustus, tak ada koran di Inggris yang memuat foto itu setelah pada Rabu 22 Agustus pihak Istana St James telah mengunjungi Komisi Pengaduan Pers (PCC) untuk berusaha mencegah publikasi foto itu dengan alasan pelanggaran privasi, tapi foto itu sudah beredar luas di internet.
“Kami membuat pandangan kami berdasarkan privasi Pangeran Harry. Koran mengatur diri sendiri, jadi mempublikasi foto itu jelas keputusan para redakturnya,” papar juru bicara Istana St James.
“Kami tidak memiliki komentar lebih lanjut terkait publikasi foto-foto atau cerita sendiri tentang liburan pribadi Pangeran Harry di Las Vegas.”
Dua foto telanjang Harry kali pertama dipublikasikan di situs gosip TMZ. Para tokoh industri menyebabkan media enggan memublikasikan hal-hal yang dianggap memalukan setelah terkuaknya skandal penyadapan telepon yang dilakukan News of the World, yang memicu Penyidikan Leveson terhadap etika pers. Tapi, beberapa koran mengeluh mereka ditekan keluarga kerajaan.
The Daily Mail mengaku pengacara ayah Harry, Pangeran Charles, mengancam tindakan hukum terhadap koran Inggris yang memublikasikan foto itu, meski foto-foto itu bebas beredar di internet.
(hyk)