Rakyat protes rencana Israel serang Iran
Jum'at, 24 Agustus 2012 - 12:34 WIB
Rakyat protes rencana Israel serang Iran
A
A
A
Sindonews.com - Ribuan warga Israel turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Departemen Urusan Militer. Mereka memprotes rencana serangan militer Israel ke Iran.
Seperti diberitakan The Jerusalem Post, Jumat (24/8/2012), ribuan pengunjuk rasa ini memperingatkan konsekuensi serangan militer terhadap Iran. Mereka berteriak, "Jangan berperang dan jangan memberikan sinyal untuk berperang.”
"Kami menentang rencana perang terhadap Iran yang dilontarkan oleh Menteri Militer Israel Ehud Barak dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Rencana tersebut akan membahayakan Israel. Keduanya mencoba mengalihkan perhatian publik Israel dari pemotongan anggaran dan tingginya tingkat penganguran," ungkap seorang demonstran.
Pengujuk rasa menilai perang akan berdampak pada kondisi internal Israel. Para pengunjuk rasa berjanji akan terus mengelar aksi protes hingga pemerintah membatalkan rencana menyeran Iran.
Dalam aksinya mereka juga memprotes ketidaksetaraan sosial dan langkah penghematan yang diambil oleh pemerintah Israel.
Sebelumnya pada 9 Agustus lalu, dalam wawancara bersama radio Israel, Barak mengungkapkan keseriusan rencananya untuk menyerang Iran. Rencana tersebut muncul setelah Israel dan Amerika Serikat berulang kali mengancam Iran untuk menghentikan program nuklir.
Keduanya yakin program nuklir Iran bertujuan untuk mengembangkan kemampuan di bidang militer.
Seperti diberitakan The Jerusalem Post, Jumat (24/8/2012), ribuan pengunjuk rasa ini memperingatkan konsekuensi serangan militer terhadap Iran. Mereka berteriak, "Jangan berperang dan jangan memberikan sinyal untuk berperang.”
"Kami menentang rencana perang terhadap Iran yang dilontarkan oleh Menteri Militer Israel Ehud Barak dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Rencana tersebut akan membahayakan Israel. Keduanya mencoba mengalihkan perhatian publik Israel dari pemotongan anggaran dan tingginya tingkat penganguran," ungkap seorang demonstran.
Pengujuk rasa menilai perang akan berdampak pada kondisi internal Israel. Para pengunjuk rasa berjanji akan terus mengelar aksi protes hingga pemerintah membatalkan rencana menyeran Iran.
Dalam aksinya mereka juga memprotes ketidaksetaraan sosial dan langkah penghematan yang diambil oleh pemerintah Israel.
Sebelumnya pada 9 Agustus lalu, dalam wawancara bersama radio Israel, Barak mengungkapkan keseriusan rencananya untuk menyerang Iran. Rencana tersebut muncul setelah Israel dan Amerika Serikat berulang kali mengancam Iran untuk menghentikan program nuklir.
Keduanya yakin program nuklir Iran bertujuan untuk mengembangkan kemampuan di bidang militer.
()