Filipina cairkan 126 juta peso bagi korban banjir
Kamis, 09 Agustus 2012 - 13:31 WIB
Filipina cairkan 126 juta peso bagi korban banjir
A
A
A
Sindonews.com - Badan Penanggulangan Bencana Nasional FIlipina (National Disaster Risk Reduction and Management Council Filipina/NDRRMC) mengungkapkan, Pemerintah Filipina telah mengucurkan bantuan sebesar 126 juta peso untuk korban banjir di negara tersebut.
Bantuan ini akan disalurkan kepada korban banjir yang berjumlah 2 juta orang tersebut melalui, pemerintah lokal, organisasi non pemerintah, Departemen Sosial dan Kesehteraan, serta Departemen Pembangunan dan Kesehatan.
Seperti diberitakan Inquirer.net, Kamis (9/8/2012), jumlah korban banjir Filipina tercatat mencapai 1.953.481 korban. Para korban berasal dari wilayah Ilocos, Luzon Tengah, Calabarzon, Mimaropa, Western Visayas, dan Wilayah Ibu Kota Manila.
Sekira 500 ribu orang kini berada di berbagai pusat pengungsian darurat seperti sekolah, gedung olahraga, dan gedung-gedung lainnya yang diubah menjadi pusat evakuasi. Sedangkan sebagian korban lainnya menumpang di kediaman sanak keluarga dan teman.
Pemerintah Filipina kembali mengeluarkan peringatan bahaya setelah hampir 80 persen wilayah Ibu Kota Manila lumpuh terendam banjir akibat hujan yang terus mengguyur Filipina sejak sepekan yang lalu. Sebanyak 154 jalan terendam banjir, 4 jembatan tidak berfungsi.
“Semua jalan dan gang tergenang banjir. Orang-orang harus mengunakan perahu untuk berjalan di beberapa daerah seperti sungai," ungkap Kepala Pertahanan Sipil Benito Ramos seperti diberitakan Radio Australia.
Sebanyak 9.000 orang tentara, polisi, penjaga pantai dikerahkan untuk melakukan pencarian korban banjir yang terjebak.
NDRRMC melaporkan akibat banjir sebanyak 3.035 rumah rusak dari beberapa provinsi seperti Ilocos, Luzon Tengah, Calabarzon, Mimaropa, dan Visayas bagian barat rusak, 358 di antaranya rusak total.
Berdasarkan data resmi yang dikeluarkan pemerintah Filipina jumlah korban tewas akibat banjir mencapai 20 jiwa.
Bantuan ini akan disalurkan kepada korban banjir yang berjumlah 2 juta orang tersebut melalui, pemerintah lokal, organisasi non pemerintah, Departemen Sosial dan Kesehteraan, serta Departemen Pembangunan dan Kesehatan.
Seperti diberitakan Inquirer.net, Kamis (9/8/2012), jumlah korban banjir Filipina tercatat mencapai 1.953.481 korban. Para korban berasal dari wilayah Ilocos, Luzon Tengah, Calabarzon, Mimaropa, Western Visayas, dan Wilayah Ibu Kota Manila.
Sekira 500 ribu orang kini berada di berbagai pusat pengungsian darurat seperti sekolah, gedung olahraga, dan gedung-gedung lainnya yang diubah menjadi pusat evakuasi. Sedangkan sebagian korban lainnya menumpang di kediaman sanak keluarga dan teman.
Pemerintah Filipina kembali mengeluarkan peringatan bahaya setelah hampir 80 persen wilayah Ibu Kota Manila lumpuh terendam banjir akibat hujan yang terus mengguyur Filipina sejak sepekan yang lalu. Sebanyak 154 jalan terendam banjir, 4 jembatan tidak berfungsi.
“Semua jalan dan gang tergenang banjir. Orang-orang harus mengunakan perahu untuk berjalan di beberapa daerah seperti sungai," ungkap Kepala Pertahanan Sipil Benito Ramos seperti diberitakan Radio Australia.
Sebanyak 9.000 orang tentara, polisi, penjaga pantai dikerahkan untuk melakukan pencarian korban banjir yang terjebak.
NDRRMC melaporkan akibat banjir sebanyak 3.035 rumah rusak dari beberapa provinsi seperti Ilocos, Luzon Tengah, Calabarzon, Mimaropa, dan Visayas bagian barat rusak, 358 di antaranya rusak total.
Berdasarkan data resmi yang dikeluarkan pemerintah Filipina jumlah korban tewas akibat banjir mencapai 20 jiwa.
()