SCAF perkuat keamanan di perbatasan Mesir
Selasa, 07 Agustus 2012 - 11:59 WIB
SCAF perkuat keamanan di perbatasan Mesir
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata Mesir (Supreme Council of the Armed Forces/SCAF) berjanji akan memulihkan keamanan di wilayah perbatasan Mesir.
Sedikitnya 35 orang pria bersenjata menyerang Karem Abu Salem, pos keamanan Mesir di perbatasan Rafah dengan Jalur Gaza kemarin adalah kelompok militan.
"Militer dan pasukan perdamaian akan segera memulihkan keamanan di semenanjung Sinai, terlepas dari kesulitan yang mungkin akan dihadapi," ungkap pernyataan SCAF, seperti diberitakan TV Nile, Selasa (7/8/2012).
SCAF mengatakan dalam serangan itu, militan dibantu tembakan altileri yang datang dari wilayah Gaza. Akibat serangan tersebut, 16 orang prajurit Militer Mesir diberitakan tewas. Selain itu, 10 orang tewas dari dipihak militan.
"Militer akan melakukan segala cara untuk merespon setiap serangan yang dilakukan penjahat di wilayah perbatasan dekat Rafah. Militer akan mengunakan kekuatan untuk menghadapi kelompok ekstrimis," ungkap pernyataan SCAF.
Akibat seragan tersebut, Pemerintah Mesir menutup jalan bagi bus pariwisata di sepanjang pantai Mediterania di wilayah Sinai bagian utara. Pemerintah juga telah meningkatkan penjagaan dengan menyabarkan helikopter tempur di wilayah perbatasan Rafah dengan Jalur Gaza.
Pasca serangan ini, Presiden Mohamed Morsi mengumumkan tiga hari berkabung nasional sejak Senin 6 Agustus.
Sedikitnya 35 orang pria bersenjata menyerang Karem Abu Salem, pos keamanan Mesir di perbatasan Rafah dengan Jalur Gaza kemarin adalah kelompok militan.
"Militer dan pasukan perdamaian akan segera memulihkan keamanan di semenanjung Sinai, terlepas dari kesulitan yang mungkin akan dihadapi," ungkap pernyataan SCAF, seperti diberitakan TV Nile, Selasa (7/8/2012).
SCAF mengatakan dalam serangan itu, militan dibantu tembakan altileri yang datang dari wilayah Gaza. Akibat serangan tersebut, 16 orang prajurit Militer Mesir diberitakan tewas. Selain itu, 10 orang tewas dari dipihak militan.
"Militer akan melakukan segala cara untuk merespon setiap serangan yang dilakukan penjahat di wilayah perbatasan dekat Rafah. Militer akan mengunakan kekuatan untuk menghadapi kelompok ekstrimis," ungkap pernyataan SCAF.
Akibat seragan tersebut, Pemerintah Mesir menutup jalan bagi bus pariwisata di sepanjang pantai Mediterania di wilayah Sinai bagian utara. Pemerintah juga telah meningkatkan penjagaan dengan menyabarkan helikopter tempur di wilayah perbatasan Rafah dengan Jalur Gaza.
Pasca serangan ini, Presiden Mohamed Morsi mengumumkan tiga hari berkabung nasional sejak Senin 6 Agustus.
()