Obama ucapkan selamat pada Sudan & Sudan Selatan
Minggu, 05 Agustus 2012 - 13:42 WIB
Obama ucapkan selamat pada Sudan & Sudan Selatan
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menyambut baik kesepakatan damai antara Sudan dan Sudan Selatan, mengatakan hal tersebut merupakan awal kemakmuran lebih besar bagi rakyat kedua negara.
"Kedua pemimpin Sudan dan Sudan Selatan berhak mendapatkan selamat atas terciptanya kesepakatan damai dan berhasil membuat solusi terbaik bagi masalah penting ini. Saya juga memuji peran pihak masyarakat internasional yang mendukung terciptanya resolusi ini," ungkap Obama seperti diberitakan Xinhua, Minggu (5/8/2012).
Tak lupa Obama juga memuji peran Mantan Presiden Afrika Selatan dan Uni Afrika, Thabo Mbeki atas peranya sebagai mediator yang sangat menentukan dan sangat terampil untuk menciptakan sebuah kesepakatan.
"Kesepakatan ini mencerminkan kepemimpinan dan semangat kompromi yang besar di antara kedua belah pihak yang bertikai ini," ungkap Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton.
Hillary mengingatkan, kedua belah pihak masih harus memberikan masa depan yang lebih cerah bagi penduduk kesepakatan lain terkait masalah perdamaian di wilayah selatan Kordofan, Blue Nile dan Darfur.
Sudan Selatan dan Sudan sejak tiga minggu yang lalu mulai melakukan perundingan damai di Ibu Kota Addis Ababa, Ethiopia, ditengahi oleh Mantan Presiden Afrika Selatan dan Uni Afrika, Thabo Mbeki.
Kedua belah pihak merundingkan persengketaan tentang hasil produksi minyak, kewarganegaraan, dan wilayah perbatasan. Pangkal persengketaan itu telah membuat hubungan diplomatik Sudan dan Sudan Selatan kembali memanas pada Maret dan April lalu.
"Kedua pemimpin Sudan dan Sudan Selatan berhak mendapatkan selamat atas terciptanya kesepakatan damai dan berhasil membuat solusi terbaik bagi masalah penting ini. Saya juga memuji peran pihak masyarakat internasional yang mendukung terciptanya resolusi ini," ungkap Obama seperti diberitakan Xinhua, Minggu (5/8/2012).
Tak lupa Obama juga memuji peran Mantan Presiden Afrika Selatan dan Uni Afrika, Thabo Mbeki atas peranya sebagai mediator yang sangat menentukan dan sangat terampil untuk menciptakan sebuah kesepakatan.
"Kesepakatan ini mencerminkan kepemimpinan dan semangat kompromi yang besar di antara kedua belah pihak yang bertikai ini," ungkap Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton.
Hillary mengingatkan, kedua belah pihak masih harus memberikan masa depan yang lebih cerah bagi penduduk kesepakatan lain terkait masalah perdamaian di wilayah selatan Kordofan, Blue Nile dan Darfur.
Sudan Selatan dan Sudan sejak tiga minggu yang lalu mulai melakukan perundingan damai di Ibu Kota Addis Ababa, Ethiopia, ditengahi oleh Mantan Presiden Afrika Selatan dan Uni Afrika, Thabo Mbeki.
Kedua belah pihak merundingkan persengketaan tentang hasil produksi minyak, kewarganegaraan, dan wilayah perbatasan. Pangkal persengketaan itu telah membuat hubungan diplomatik Sudan dan Sudan Selatan kembali memanas pada Maret dan April lalu.
()